Breaking News

Foto Bareng Kepala DMPDes dan Cawagub, Panwaskab Bima Tunggu Laporan

Foto Bareng Cawagub NTB dan Pejabat Kabupaten Bima.

Bima, Berita11.com—  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kabupaten Bima, Drs Sirajudin diduga berfoto bareng calon Wakil Gubernur NTB, Mori Hanafi  dengan mengangkat dua jari. Namun berkaitan soal foto ini, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bima belum dapat memprosesnya meskipun memenuhi unsur pelanggaran karena memerlukan laporan resmi.

Dalam pose foto yang beredar di sosial media, Kepala DPMDes Kabupaten Bima terlihat mengangkat dua jari yang merupakan  nomor urut peserta Pilgub NTB. Foto bersama tersebut dilakukan di depan ruangan VIP Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima beberapa hari lalu.

Mengenai foto tersebut, Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Abdullah SH menyatakan bahwa foto tersebut dapat diproses. Hanya saja Panwaslu setempat memerlukan laporan resmi  berkaitan dengan masalah foto tersebut. Termasuk juga saksi pendukung yang mengantungi foto.

“Membuat kita kesulitan, andikan ini temuan (langsung Panwaslu) bisa kita langsung proses. Tapi kami berharap teman-teman yang mengetahui dan mengambil gambar ini menyampaikan laporan secara resmi ke kami,” kata Abdullah, Senin (7/5/2018).

Sementara itu, Kepala DMPDes Kabuapten Bima, Drs Sirajudin yang dikonfirmasi wartawan tak membantah berfoto bareng dengan Cawagub NTB dan anggota tim Paslon itu. Termasuk mengangkat dua jari. Namun itu dilakukannya spontanitas di  pintur keluar VIP bandara setelah diajak oleh tim calon tersebut. “Diajak foto ya kita foto. Orang angkat 2 jari kita ikut-ikutan 2 jari,” katanya.

Menurut mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima ini tak ada masalah foto dirinya dengan peserta Pilkada serentak meskipun mengangkat jari yang menunjukkan atribut atau nomor urut Paslon. “Wong sekarang Panwas membolehkan PNS ikut kampanye,” tandasnya.

Saat hendak dikonfirmasi kembali di DPMDes, Selasa (8/5/2018) pagi dan siang, pegawai setempat meminta wartawan agar menunggu seraya memastikan bahwa kepala dinas setempat berada di dalam ruangan kerjanya. Namun sedang menerima tamu lain.

Setelah menunggu lebih dari satu jam di depan ruangan Kepala DPMDes tersebut, wartawan  mencoba mengkonfirmasi pegawai setempat. Namun diinformasikan jika kepala dinas setempat telah keluar ruangan melalui pintu belakang  meskipun telah mengetahui adanya wartawan yang datang berupaya mengonfirmasi. [Ahmad/ US]

No comments