Breaking News

Jelang Puasa, Bawang Merah dan Cabai Turun, ini Angka Lengkap Deflasi Kota Bima

Pedagang Sayur dan Sembako di Pasar Raya Bima. 


Kota Bima, Berita11.com— Meskipun biasanya pada saat bulan suci puasa harga sembilan bahan pokok cenderung naik. Namun harga bahan pokok, barang penting dan strategis di sejumlah pasar di Kota Bima cenderung stabil. Beberapa komoditi pertanian seperti bawang merah dan cabai justru turun sepekan terakhir.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, Muhammad Idrus ST menyebutkan, berdasarkan hasil survei terbaru harga di pasar Senin (7/5/2018), sejumlah komoditi yang turun harga yaitu bawang merah dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram turun menjadi Rp15 ribu, demikian juga bawang putih lokal dari Rp80 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu.

Komoditi lain turun yaitu bawang putih impor dari semula Rp27 ribu per kilogram, turun menjadi Rp27 ribu. Sementara itu, cabai rawit juga turun dari Rp50 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Sementara komoditi lain yang masih stabil yaitu jagung Rp5.000 per kilogram,  daging sapi kualitas terbaik masih Rp100.000/ Kg,  daging ayam ras Rp45 ribu per Kg,  telur ayam ras Rp1.600/butir, telur ayam kampung Rp2.500/ butir, tepung terigu merek Kompas Rp7.000/ Kg,  tepung merek Gatot Kaca Rp6.500/Kg.

Tak hanya sejumlah barang tersebut, komoditi lain hasil pertanian cabai merah biasa masih sama Rp40 ribu per Kg, cabai keriting Rp40 ribu per Kg. Demikian juga dengan harga bahan bangunan semen maih Rp60 ribu per zak untuk merek Tiga Roda, Rp56 ribu per zak untuk merek Gresik.

Sementara itu, harga gula pasir di pasar raya Ama Hami masih stabil yakni  Rp12.500/ Kg,  Beras Premium Rp10.000/ kg,  Beras Medium Rp8.000/ Kg,  Kacang Tanah Rp20.000/Kg, garam beryodium isi 250 gram Rp2.500.

Menurut Idrus sejauh ini Diskoperindag belum menemukan adanya spekulan yang berupaya memainkan harga maupun berupaya menimbun barang tertentu untuk mendapatkan keuntugnan besar saat momentum Ramadan 1439 Hijriah tahun 2018.

Meskipun demikian dinas setempat tetap berupaya memantau pergerakan harga secara rutin setiap Senin dan Kamis per pekan. Selain itu selalu berkoordinasi dengan aparat berkaitan. Selain itu, tidak menutup peluang akan dilaksanakan operasi pasar jika ada perbedaan harga signifikan saat Ramadan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bima, Djoko Pitoyo Novarudin menyebut 20 besar komoditi atau barang yang menyumbang deflasi selama April 2018 lalu di Kota Bima yaitu bera sebesar 0,1439 persen tongkol (0,0592), udang basah (0,0338), bandeng/ bolu (0,0280), teri (0,0210), baronang (0,0073).

Sejumlah barang lain yang dominan menyumbang deflasi yaitu ikan asin belah 0,0070 persen, tahu mentah (0,0063), apel (0,0065), nangka muda (0,0063), kangkung (0,0061), bayam (0,00046), kentang (0,00046), keramik (0,00046), kacang tanah (0,00039), sawi hijau (0,00038), teri (0,00035), cabai merah (0,00027),  lada atau merica (0,00026), daun singkong (0,00024). [US]

Baca Juga :

No comments