Breaking News

Kebutuhan Menjelang Ramadan Meningkat, Mitan di Kota Bima Rentan Ditimbun

Ilustrasi, Warga Mengantri untuk Menndapatkan Mitan. Foto Tabloid Jubi.


Kota Bima, Berita11.com— Meskipun pemerintah masih menetapkan subsidi terhadap harga minyak tanah (Mitan) untuk wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima, praktik penimbunan barang strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat berpotensi terjadi termasuk menjelang Ramadan 1439 Hijriah/ 2018 seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut diakui Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, Muhammad Idrus ST. Kendati mengetahui adanya potensi ulah spekulan dan potensi aksi penimbunan, Diskoperindag Kota Bima menghadapi sejumlah kendala seperti personil yang terbatas dan anggaran pendukung.

“Kendala lain yaitu bukti, memang ada beberapa keluhan masyarakat adanya permainan beberapa pangkalan. Tapi saat turun mengecek kita kesulitan membuktikan dan mungkin juga informasi itu bocor duluan. Itu juga kendala utama kami,” ujar Muhammad Idrus kepada Berita11.com di dinas setempat, Selasa (9/5/2018).

Menurut Idrus, penyebaran penyaluran Mitan di Kota Bima tidak merata. Bahkan ada beberapa rukun tetangga (RT) yang tidak dilayani oleh pangkalan. Sementara berdasarkan data Diskoperindag jumlah pangkalan di Kota Bima sebanyak 332 yang tersebar 35 kelurahan.

Sementara tiga kelurahan lain, sama sekali tidak memiliki pangkalan Mitan yaitu Kelurahan Lela Mase, Kelurahan Nitu dan Kelurahan Oi Fo’o.  “Sistem penyaluran minyak tanah yaitu 1-2 yaitu satu drum untuk penyaluran pertama dan dua drum untuk penyaluran kedua. Jadi sistemnya 1-2 setiap minggu,” kata Idrus.

Awal tahun ini, dinas setempat menerima sedikitnya satu laporan berkaitan keluhan tentang penyaluran Mita dari masyarakat.

Sementara itu, pantauan dan informasi yang dihimpun Berita11.com, harga Mitan di Kota Bima rata-rata dijual dengan harga Rp7 ribu hingga Rp10 ribu per liter meskipun Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah hanya Rp3.000/ liter.  [US/Achmad]

No comments