Breaking News

PP KAMMI : Indonesia Butuh Presiden Berkualitas Bukan Presiden Karbitan

                Ketua Umum KAMMI Pusat, Irfan Ahmad Fauzi, M.Kom 

Jakarta, Berita11.com— Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menyatakan bahwa kondisi Indonesia yang sedang dalam fase transisi dari negara berkembang menuju negara maju harus dipimpin oleh presiden yang berkualitas bukan presiden hasil karbitan. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum KAMMI Aza El Munadiyan,S.Si, MM dalam rilis yang dikirim Selasa, (8/5/2018).

"Pemilihan presiden dan legislatif tahun 2019 harus menghasilkan pemimpin yang berkualitas agar kondisi Indonesia membaik. Untuk menghasilkan pemimpin Indonesia yang berkualitas, KAMMI membuat sebuah gerakan Suksesi Kepemimpinan Nasional. Sebuah gerakan bersama rakyat Indonesia dalam mengawal Pilpres 2019," ujar alumni UGM ini.

" KAMMI membagi pengawalan Pilpres dan Pileg 2019 dalam tiga bagian yaitu pengawalan penyelenggaraan pemilu, pendidikan pemilih dan pengawalan calon presiden dan legislatif," jelas Aza lebih lanjut.

Sedangkan dalam Pilpres 2019 PP KAMMI akan mengawal secara khusus. Hal ini disampaikan oleh Irfan Ahmad Fauzi, M.Kom, Ketua Umum PP KAMMI di tempat terpisah.

"PP KAMMI menaruh perhatian lebih pada pemilihan Presiden Indonesia 2019-2024. Kondisi Indonesia yang semakin memburuk dalam ekonomi, politik, interaksi sosial harus segera diperbaiki. Salah satunya dengan Suksesi Kepemimpinan Nasional yang mampu menghasilkan pemimpin yang berkualitas," ungkap Irfan.

"Memilih presiden yang berkualitas bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ; Pertama, presiden harus mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia bukan kepentingan asing. Khususnya tentang kesejahteraan rakyat, pemerataan ekonomi, ketersediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan sosial. Kedua, penegakan supremasi hukum. Selama ini hukum Indonesia masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ketiga, kedaulatan negara dalam militer, energi, pangan dan ekonomi. Empat sektor strategis tersebut harus berdaulat sebagai prasyarat negara maju. Keempat, tentang integritas presiden. Kejujuran, menepati janji dan tidak mengkhianati rakyat adalah integritas yang harus dimiliki Presiden Indonesia. Tanpa integritas, presiden tidak akan dihargai dan dihormati oleh negara lain bahkan rakyatnya sendiri," jelas Irfan.

"Jika kita tidak memperhatikan kualitas dan beberapa hal penting yang menjadi penilaian kelayakan seorang warga negara menjadi presiden maka Indonesia  akan menjadi negara gagal berkembang. Tanpa bukti kapasitas kepemimpinan seorang calon presiden maka Indonesia akan kembali memiliki presiden karbitan," tutup Irfan. (IM)

No comments