Breaking News

Ribon Semakin Menipis, Semester Pertama 2018 Permintaan E-KTP di Kota Bima Membengkak

Data Penduduk Kota BIma Menurut Wajib KTP. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Permintaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kota Bima mendadak membengkak pada semester pertama tahun 2018. Bahkan hingga Mei 2018 saja, jumlah E-KTP yang sudah dicetak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bima sudah mencapai 14 ribu keping.

Selain belasan ribu KTP elektronik, berdasarkan data Disdukcapil Kota Bima hingga kini sedikitnya masih  ada 1.164 orang penduduk di Kota Bima yang memegang surat keterangan (Suket) atau masuk kategori print ready record (PRR). Jumlah tersebut belum termasuk Suket khusus yang diberikan kepada pemilih pemula sebanyak 16 orang.

“Jumlah permintaan dan pencetakan KTP elektonik kita tahun ini meningkat drastis. Sampai Mei saja sudah 14.000 keping. Bayangkan sebegitu banyaknya, kami juga harus melayani permintaan masyarakat. Kalau tahun lalu, jumlah itu untuk setahun bahkan kurang dari itu,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bima, Mariamah SH di 
Disdukcapil Kota Bima, Jalan Soekarno Hatta, Kamis.

Menurut Mariamah, awalnya perencanaan dan sistem penglaokasian penganggaran Disdukcapil Kota Bima sudah bagus, yang dihitung dari perkiraan kebutuhan dokumen kependudukan. Namun permintaan KTP tiba-tiba membengkak. Rata-rata masyarakat meminta pencetakan ulang  karena KTP mereka rusak dan hilang saat banjir bandang di Kota Bima 2016 silam.

Dijelaskannya, untuk kebutuhan ribon pencetakan KTP elektronik, tahun 2017 lalu Disdukcapil mengalokasikan anggaran Rp180 juta yang digunakan untuk pengadaan 500 eksemplar ribon. “Setiap ribon hanya bisa digunakan untuk mencetak 15 keping KTP elektronik,” ujar Marimah.

Mantan Kepala Kantor Arsip Kota Bima ini kuatir persediaan ribon di Kota Bima tidak mencapai kebutuhan satu tahun atau hingga saat masa pencoblosan Pilkada serentak. Meskipun demikian, Disdukcapil akan mengusulkan pada anggaran perubahan.

“Kalau untuk blanko KTP elektronik itu selalu tersedia di pusat tinggal mengajukan permintaan. Tapi kalau ribon itu ditanggung oleh daerah dan persediaanya terbatas karena disesuai perencanaan awal,” katanya.

Selain karena dampak banjir bandang tahun 2016 silam, tingginya permintaan KTP elektronik di Kota Bima juga karena kebutuhan saat Pilkada serentak. Warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih membutuhkan KTP untuk memberikan hak suara. “Bagi warga yang belum memiliki KTP atau belum dicetak kita berikan Suket sebagai pengganti KTP untuk sementara waktu,” katanya.

Mariamah mengatakan, hingga saat ini ada sejumlah kendala yang dihadapi Disdukcapil untuk mencetak KTP elektronik. Di antaranya gangguan jaringan yang sering terjadi seiring membengkaknya permintaan perekaman dan pencetakan E-KTP. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, petugas dan operator Disdukcapil terpaksa melaksanakan pencetakan pada malam hari. [US/Achmad]


Baca Juga :

No comments