Breaking News

Siap Terapkan Sanksi Tegas untuk ASN yang “Bandel”, BKPSDM Tantang Panwaslu Sampaikan Data Jelas

Kepala BKPSDM Kota Bima, Drs H Supratman, M.Ap. 


Kota Bima, Berita11.com— Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima  siap menerapkan sanksi tegas atau berat untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut terlibat dalam kegiatan politik praktis. Termasuk menyikapi potensi pelanggaran selama Ramadan 1439 Hijriah maupun saat kampanye rapat umum terbuka menjelang kegiatan pungut hitung Pilkada serentak 2018.

Hal tersebut diisyaratkan Kepala BKPSDM Kota Bima, Drs H Supratman, M.Ap. hanya saja untuk menindaklanjuti setiap laporan berkaitan ASN yang terlibat politik praktis, Organisasi Perangkat Daerah setempat membutuhkan data jelas dari Panwaslu.

Kalau ada pelanggaran lapor, jangan ngomong saja di media sosial atau media. Kalau ada pelanggaran ASN ktia proses semua, tidak ada yang kita abaikan. Tapi datanya harus jelas, sehingga harus jelas dasar hukumnya,” ujar H Supratman ketika dihubungi melalui Ponsel, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap ASN membutuhkan banyak proses sesuai regulasi yang mengatur pegawai negeri sipil. Tidak seperti kehendak lembaga penyelenga Pemilu. Misalnya harus melalui tahapan peringatan dan pembinaan.

“Ada tahapan-tahapannya tidak bisa langsung begitu saja. Karena itu menyangkut masa depan orang juga,” katanya.

Menyoal potensi pelanggaran ASN menjelang kampanye rapat umum terbuka, mantan Sekretaris DPRD Kota Bima ini meminta Panwaslu agar menyampaikan data akurat agar bisa ditindaklanjuti oleh BKPSDM. Sebelumnya OPD setempat sudah melaksanakan berbagai upaya antisipasi pelanggaran ASN dengan meneruskan surat edaran Men PAN RB, Komisi ASN, Mendagri, Gubernur NTB dan surat edaran Wali Kota Bima.

Supratman memastikan keputusan tentang sanksi terhadap ASN lingkup Kota Bima  seperti yang menjadi temuan Panwaslu telah disampaikan kepada Komisi ASN. “Kalau terkait Panwas meminta salinan bentuk sanksi itu silahkan berkoordinasi dengan kami. Jangan ngomong di media sosial atau media saja,” katanya. [US/Achmad]


No comments