Breaking News

Stok Beras Melimpah, Kabupaten Bima tak Butuh Impor!

Bupati Bima dan Sejumlah Pejabat Panen Padi di Desa Monggo Kecamatan Madapangga/ Ilustrasi.


Bima, Berita11.com— Sejumlah petani di Kabupaten Bima menolak kebijakan impor beras untuk wilayah Indonesia termasuk untuk di Bima. Pertimbangannya karena stok pangan tersedia termasuk hingga musim kemarau.

Petani di Desa Talabiu Kecamatan Woha, Hamzah Hasan menilai kebijakan impor beras tidak tepat. Apalagi beberapa tahun lalu pemerintah menggalakan program pencetakan sawah baru bagi petani dalam upaya khusus peningkatan kuantitas produksi. 

Tidak usah impor beras lagi. Hasil panen petani di dalam negeri saja melimpah, ngapain impor lagi. Kan petani sudah didorong meningkatkan hasil produksi,” ujar pria yang juga penyuluh pertanian swadaya ini, Selasa (22/5/2018).

Menurut pria yang pernah lama merantau di Kalimantan ini, kebijakan impor beras justru merugikan petani. Karena seharusnya hasil produksi petani bisa lebih maksimal terserap. 

“Apalagi di Bima itu tidak butuh impor beras karena di sini merupakan lumbungnya padi,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan petani lainnya, Nurmi. Ia berharap pemerintah membatalkan rencana impor beras. Karena stok dalam negeri mencukupi kebutuhan masyarakat. Apalagi selama ini juga ditunjang oleh Badan Urusan Logistik. 

“Hasil pertanian kita banyak. Walaupun kadang naik turun, tapi kebanyakan itu hasil produksi bagus terutama untuk hasil sawah. Kalaupun hasil yang kurang maksimal mungkin lahan tegalan. Tapi rata-rata lahan yang digarap petani khususnya di Bima itu sukses,” katanya.

Petani lain asal Desa Runggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima, Abdul Wahab juga menolak keras kebijakan impor beras ke Indonesia karena akan merugikan petani. “Buat apa impor beras di dalam negeri saja melimpah kok. Apalagi di wilayah Bima ini adalah lumbungnya pangan,” katanya.

Menurut Abdul Wahab kebijakan itu aneh setelah pemerintah melaksanakan program eksentisifikasi lahan melalui program pencetakan sawah ribuan hektar.

DKP Kabupaten Bima Pastikan Stok Beras Selalu Tersedia

Sementara itu, menanggapi kebijakan rencana impor beras Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima menganggap bahwa kebijakan itu tidak perlu. Terlebih untuk kebutuhan wilayah NTB khususnya di Bima.

“Stok pangan kita di NTB terlebih di Bima itu melimpah. Bahkan setiap rumah petani memiliki cadangan gabah kering dan beras yang banyak. Kalau di Bima ini belum dianggap menjadi petani kalau belum memiliki banyak cadangan,” ujar Kepala Bidang Kepala Bidang Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Adhar.

Adhar mencontohkan ketika peristiwa bencana alam, nyaris tidak ada masyarakat di Bima yang meminta atau melaporkan tidak memiliki beras. Karena mereka memiliki banyak cadangan pangan. Hanya saja pemerintah selalu berupaya mendistribusikan bantuan sebagai respon dan bentuk tanggung jawab.

Diakuinya stok lumbung pangan dari petani di Kabupaten Bima saat ini lebih dari 46.050 kilogram atau 46,05 ton, sedangkan sisa cadangan beras pemerintah di gudang hingga per 21 Mei 2018 sebanyak 16,62 ton.

Secara terpisah melalui akun media sosialnya, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima, Drs H Muzzkir, M.Sc menilai kebijakan impor beras oleh pemerintah pusat tidak tepat, sedangkan langkah Direktur Utama Badan Urusan Logistik, Komjen (Purn) Budi Waseso menolak penambahan impor beras 500.000 ton sudah tepat. [US/Achmad]

No comments