Breaking News

Tahun 2019, Pemkot Bima Bangun Perpustakaan Daerah Rp13 Miliar

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Drs H Mahfud, M.Pd. Foto US



Kota Bima, Berita11.com— Di tengah arus informasi yang deras dan perubahan pola pikir masyarakat yang cenderung akademis, keberadaan sarana dan prasarana penunjang sangat diperlukan, termasuk untuk terus mendorong budaya literasi dalam masyarakat. Tahun 2019, Pemerintah Kota Bima menargetkan membangun perpustakaan daerah yang represetantif.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Drs H Mahfud, M.Pd mengatakan, usulan pembangunan sudah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp13 miliar. 

“Insya Allah itu akan terwujud. RAB sudah ada, lahan dan sertifikat tanahnya sudah ada, gambar bangunan juga sudah,” ujar H 
Mahfud di DPAD Kota Bima, Jalan Sukun Monggonao Kota Bima, Senin (21/5/2018).

Menurutnya, usulan pembangunan Perpustakaan Daerah Kota Bima yang represetantif juga merupakan bagian komitmen dari Wali Kota Bima, H Qurais H Abidin mewujudkan sarana pendukung dalam upaya mendorong budaya literasi di Kota Bima.

"Itu adalah bagian dari komitmen dari pak Wali sehingga juga sudah menyiapkan lahan. Kalau kita lebih nyata, karena ada lahan yang sudah sertifikat yang disiapkan bila dibandingkan daerah-daerah lain belum ada lahannya,” ujar mantan Sekretaris BKD Kota Bima ini.

Selain bangunan perpustakaan daerah yang baru, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima juga mengusulkan pengadaan buku melalui DAK buku sebesar Rp1 miliar.  Saat ini koleksi perpustakaan Kota Bima sebanyak 700 judul, sedangkan sebelum peristawa banjir bandang tahun 2016 mencapai belasan ribu judul.

“Idealnya itu harus mencapai 15 ribu hingga 30 ribu. Di samping kita menunjang dengan bahan bacaan digital yang bisa diakses melalui Ponsel maupun laptop. Aplikasi itu juga masih kita upayakan disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, keberadaan perpustakaan harus ditunjang dengan fasilitas dan bahan bacaan memadai. Apalagi tingkat literasi di Kota Bima jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di NTB. Secara umum,  angka literasi itu didominasi dari kalangan pelajar mahasiswa dan pelajar.

Pada tahun 2017, target DPAD Kota Bima 12.300 pemustaka, sedangkan tahun 2018 sebanyak 12.600 lebih. Tak hanya menunggu pengunjung, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah terus menyiapkan terobosan untuk menarik minat baca masyarakat melalui sejumlah kegiatan seperti kunjungan ke sejumlah sekolah secara rutin setiap pekan, menyiapkan layanan perpustakaan keliling di sejumlah lokasi publik seperti di alun-alun Serasuba dan menyiapkan pojok baca di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Puskesmas Penanae serta sejumlah titik lain.

“Kita juga terus membina perpustakaan kelurahan. Itu harus ada kegiatan. Memang lebih masif di desa karena didukung anggaran dana desa dan memang ada kerjasama antara Kementerian Desa dan Perpustakaan Nasional untuk mendorong literasi di desa. Tapi di kota kita juga terus dorong,” ujar mantan Kasat Pol PP Kota Bima ini. [US/Achmad]

No comments