Breaking News

Usulan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional Terus Diperjuangkan

Suasana Kegiatan Bimbangan Masyarakat  Tentang Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan.


Bima, Berita11.com— Perjuangan masyarakat dan pemerintah daerah mengusulkan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai pahlawan nasional belum selesai. Sebagai bagian memuluskan usulan itu, Dinas Sosial Kabupaten Bima melaksanakan bimbingan masyarakat  (Binmas) tentang nilai kejuangan dan kepahlawanan Sultan Muhammad Salahuddin bertempat di Aula kantor Desa Naru Barat Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Rabu (30/5/2018).

Kadis Sosial Kabupaten Bima, Salahuddin SH.M.Si yang membuka kegiatan mengemukakan bahwa  Binmas merupakan rangkaian dari upaya jajaran Pemerintah Kabupaten Bima untuk memperjuangkan Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin sebagai pahlawan nasional.

“Kami mohon doa dan dukungan  masyarakat agar almarhum dapat dinobatkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 2019 atau 2020 mendatang,” harap Salahuddin seperti dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Kabupaten Bima, Suryadin S.Si, M.Si.

Binmas tersebut menghadirkan dua orang  pemateri yaitu Kabid Usaha Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima, Ir.Zuhda dan Budayawan Bima, Ruslan.S.Sos atau Alan Malingi.

Zuhda memaparkan tentang pentingnya penanaman nilai nilai kejuangan dan kepahlawanan di tengah masysrakat agar nilai perjuangan itu dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain itu, Zuhda juga memaparkan prosedur dan tahapan pengajuan seseorang untuk menjadi pahlawan nasional.  

“Kami berharap adanya dukungan masyarakat dan pemerintah desa dan kecamatan seperti memasang baliho atau spanduk yang mendukung Sultan Muhammad Salahuddin untuk menjadi  pahlawan hasional,” ungkap Zuhda direspon positif peserta Binmas.

Sementara itu, Ruslan.S.Sos atau yang akrab disapa Alan Malingi memaparkan tentang kiprah perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin yang mendirikan sekolah-sekolah agama dan sekolah moderen, organisasi  pergerakan dan sosial politik di era perjuangan kemerdekaan. Serta kiprahnya dalam begabungnya Kesultanan Bima ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui maklumat tanggal 22 November 1945 yang menyatakan bahwa Kerajaan Bima adalah suatu daerah istimewa yang berdiri di belakang Republik Indonesia.

Menurut Alan, maklumat itu adalah bukti jiwa nasionalisme Sultan Muhammad Salahuddin dan merupakan proklamasi rakyat Bima di bawah kepemimpinannya untuk bersatu mendukung tegaknya NKRI. [AN]

No comments