Breaking News

Pelatihan Pengolahan Bawang Krispy Disambut Antusias, Bupati Bima Minta Digelar untuk Kecamatan Lain

Bawang Goreng Crispy Produksi UKM di Kabupaten Bima.

Bima, Berita11.com— Pengukuhan 14  peserta tenaga terampil profesional produksi bawang crispy khas Bima oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti  Putri di Rumah Makan Tepi Langit Dorobelo, Sabtu (9/6/2018)  mendapatkan tanggapan positif peserta.

“Jika sebelumnya pelatihan  hanya sekadar memberikan ilmu dan keterampilan, tetapi sekarang langsung masuk skala industri hingga pemasaran,” demikian kata inspirator kegiatan Al-Syafrin dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi informasi, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin, S.Si.,M.Si.

Syafrin bersama inspirator lainnya seperti Haerun, Muhammad, Umbu Edy dan kawan -kawan optimis kehadiran usaha bawang krispy khas Bima ini mampu mendorong peningkatan taraf hidup petani.  Sebelumnya,  bawang goreng khas Bima menjadi pelengkap bumbu dapur kini menjadi makanan ringan atau camilan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Dikatakan Syafrin, dengan pola pengolahan industri skala sedang, cakupan kebutuhan pasar mencapai 10 ton per bulan. “Karena itu perlu dilakukan lebih banyak pelatihan untuk menghasilkan produk yang sesuai permintaan pasar dari beberapa daerah yang menanti bawang crispy ala Bima,” ujarnya.

Rahmawati,  salah seorang tenaga terampil yang dimintai tanggapannya usai pengukuhan menanggapi positif kegiatan pelatihan yang berlangsung tiga hari tersebut.
Peserta merasa sangat senang mengikuti pelatihan tersebut karena merupakan hal  baru. 
Disamping langsung berproduksi dan direkrut menjadi karyawan.
Bawang crispy Bima memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Dirinya berharap pemerintah daerah turut memajukan usaha ini. 

“Dengan tingginya minat di pasar lokal dan di luar daerah maka hal ini tentu cukup menjanjikan. Karena selain untuk kebutuhan dapur juga menjadi camilan yang dapat menurunkan gejala hipertensi,  asma dan penyakit maag,”  ujar Rahmawati.

Sebelumya, Bupati Bima Hj.  Indah Dhamayanti Putri dalam sambutannya mengatakan,  kemitraan yang cukup baik  diharapkan mampu melahirkan industri rumahan  (home industry)  baru,  yang di samping mampu mengurangi angka pengangguran juga mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bima.

Kegiatan  yang mendorong tumbuh kembangnya ekonomi produktif seperti ini tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Woha,  tetapi juga dapat dilakukan di kecamatan lainnya.

“Pemerintah Daerah berharap agar pelatihan seperti ini tidak hanya di Kecamatan Woha,  tetapi juga dapat dilaksanakan di kecamatan lain yang memiliki  potensi unggulan bawang merah seperti Sape,  Wera, Lambu, Soromandi,  Belo,  Monta dan beberapa kecamatan lainnya,” harap Bupati Bima. [AN] 

Baca Juga :

No comments