Breaking News

Pelni Bima Siapkan 5 Armada Pendukung Mudik dan Arus Balik, Total Penumpang Sampai 9.000 Orang

Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Bima, Adluwiyanto. Foto Achmad Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— PT Pelni (Persero) Cabang Bima menyiapkan lima armada untuk mendukung kegiatan mudik dan arus balik Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018. Diperkirakan lonjakan penumpang terjadi pada saat arus balik tujuan Makkasar, Sabtu (23/6/2018).

Kepala Cabang PT Pelni Bima, Adluwiyanto menyebutkan, lima armada yang disiapkan melayani pemudik dan peserta arus balik lebaran 2018 yaitu KM Awu, KM Binaiya, KM Wilis, KM Tilongkabila ditambah Kapal Perintis Entebe.

“Kita punya lima kapal. Tapi ada beberapa yang melayani khususnya saat mudik dan arus balik lebaran tahun ini,” ujar Adluwiyanto kepada Berita11.com di kantor Pelni Bima.

Sesuai pemetaan khusus ruas potensi wilayah tengah prediksi penumpang Makassar-Bima sebanyak 4.986 orang, sedangkan puncak arus mudik pada Jumat (8/6/2018) lalu. Untuk mengantipasi peningkatan drastis jumlah penumpang saat masa mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah, secara nasional manajemen PT Pelni (Persero) menerapkan kebijakan pengaturan ulang jadwal (reschedule) dan pengaturan rute jalan atau trip (rerouting).

“Kapal tipe 500 pax untuk KM Wilis diatur rutenya Makkasar-Bima pergi pulang, demikian juga Bima Labuan Bajo terus ke Makkasar untuk arus balik,” katanya.

Sesuai prediksi PT Pelni secara nasional, lalulintas penumpang terbanyak berada di bagian Indonesia Tengah dengan angka 43 persen. “Untuk antisipasi kita terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk Pelni menyiapkan lifebouy, liferaft, lifeboat dan lain-lain,” katanya.

Adluwiyanto menjamin, tak ada lagi potensi kecelakaan saat proses muat maupun bongkar barang. Seperti potensi penumpang maupun pengantar jatuh dari tangga kapal. Karena sesuai kebijakan Syahbandar Bima atau Otoritas Pelabuhan Bima, bahwa pengantar tidak boleh masuk ke dalam area utama pelabuhan Bima termasuk para pedagang.

“Kalau untuk insiden kecelakaan di pelabuhan bisa kita jamin itu tidak ada lagi. Sekarang sistemnya pengantar atau selain penumpang tidak bisa ikut naik. Pihak pelabuhan juga menerapkan itu,” kata Adluwiyanto.

Menurutnya, penerapan kebijakan tersebut juga untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang dan untuk menimalisasi ancaman kecelakaan saat di pelabuhan Bima. upaya Pelni Bima memberikan kenyamanan kepada penumpang dengan melayani pembelian tiket secara online.

“Kalau untuk calo-calo penumpang tidak ada. Bisa kita jamin karena kami menerapkan sistem pembelian secara online atau bisa langsung ke sini,” katanya. [US/ Achmad]

Baca Juga :

No comments