Breaking News

Bakesbangpol Sebut sudah Tiga Kali Bupati Bima Tiba-Tiba Dihandang di Jalan

Suasana Dialog Penguatan Kemitraan Antara Pemerintah dan Organisasi Non Pemerintahan.


Bima, Berita11.com— Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bima disorot lantaran tidak bisa mendeteksi secara dini ancaman-ancaman terhadap kepala daerah dan benih-benih konflik. Bahkan beberapa bulan terakhir sudah tercatatat tiga kali Bupati Bima tiba-tiba dihadang di tengah jalan.

Hal tersebut pun diakui Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bima, Edi Tarunawan SH. Namun Bakesbangpol Kabupaten Bima buru-buru mengklarifikasi bahwa walaupun terjadi penghandangan namun semuanya teratasi setelah dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan elemen masyarakat.

“Kadang ada yang tiba-tiba melakukan penghadangan saat bupati di lapangan. Kemarin juga di Kecamatan Monta dalam tiba-tiba kami dihadang menggunakan sarangge. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda. Sudah tiga kali  penghadangan terhadap Bupati Bima. Tapi semuanya bisa teratasi setelah dilakukan komunikasi yang baik,” ujar Edi saat dialog penguatan kemitraan antara pemerintah dan organisasi non pemerintahan yang digelar Bakesbangpol bersama Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima di Lesehan Bima Tirta, Jumat (29/6/2018) lalu.

Menurut Edi, sebenarnya banyak rencana-rencana penghadangan terhadap Bupati Bima di lapangan. Namun tidak semuanya terlaksana. Jika pun sampai terjadi tidak berlanjut dan tidak menimbulkan ketikdaknyamanan terhadap kepala daerah.

“Berkaitan dengan penghadangan Bupati Bima di jalan sudah kami deteksi dini. Kami berupaya komunikasi dengan adik-adik di bawah. Kami membangun komunikasi, banyak sekali keinginan untuk melakukan penghadangan tapi kami melakukan komunikasi ke bawah sehingga batal dilakukan. Kadang ada yang tiba-tiba melakukan penghadangan saat bupati sampai di lapangan,” ujarnya.

Edi menepis anggapan sebagian kalangan yang menilai bahwa Bakesbangpol Kabupaten Bima “mandul” dalam menangkal potensi-potensi gangguan dan ancaman terhadap situasi daerah dan kepala daerah. Menurutnya, Bakesbangpol sudah bekerja maksimal. Peran itu juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak berkaitan seperti jaringan intelijen di daerah seperti Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) yang terdiri dari Bakesbangpol, TNI dan Polri.

Selain itu katanya, Bakesbangpol juga telah membentuk Forum Kespadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dapat melaksanakan fungsi jejaring di dalam masyarakat tingkat bawah sehingga dapat mencegah terjadinya konflik maupun potensi gangguan. 

“Kesbangpol dengan perangkatnya ke bawah juga berupaya untuk deteksi dini,” katanya.

Sementara itu, saat sesi dialog penguatan kemitraan antara pemerintah dan organisasi non pemerintahan, Jufriadin, wartawan Londa Pos menyatakan keprihatinan terhadap maraknya peristiwa penghadangan Bupati Bima. Bahkan pernah terjadi bupati lari meninggalkan mobil saat penghadangan.

Menurutnya, rentetan peristiwa tersebut menunjukkan tidak adanya koordinasi dari pihak-pihak berkaitan termasuk Bakesbangpol dan Satuan Polisi Pamong Praja. “Mohon diperhatikan ini kasihan bupati yang terjadi mobil Bupati Bima dihadang, bupati lari. Ini Bima Ramah sangat jauh, Bima Ramah sekarang tidak sesuai dengan kondisi kita saat ini,” katanya.

Pada sesi dialog, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri mengungkapkan harapannya agar Bakesbangpol serta Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima bisa menjadi mata dan telinga pemerintah daerah dalam mendeteksi permasalahan yang akan muncul sehingga pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah tepat. [US]

No comments