Breaking News

Kader HMI Dompu Diduga Dianiaya Aparat Kepolisian, ini Isyarat Kasat Intelkam

Aksi Kader HMI Cabang Dompu di Depan Mapolres Dompu Mendesak Pengusutan Kasus Dugaan Penganiayaan.


Dompu, Berita11.com— Massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu menggelar unjuk rasa di depan markas komando (Mako) Polres Dompu, Sabtu (21/7/2018). Mereka mendesak Kapolres setempat memproses kasus dugaan penganiayaan kader HMI, Arif Wahyudin (21 tahun) yang diduga dilakukan sejumlah aparat kepolisian.

Sebelumnya, Arif Wahyudin diduga dianiaya sejumlah aparat kepolisian di Jalan Mujair Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu tepatnya di depan Warnet Amanda sekira pukul 00.10 Wita, Sabtu dini hari.

Menurut Ketua HMI Cabang Dompu, Herdiawan, akibat insiden pengeroyokan, Arif Wahyudin mengalami kesakitan akibat luka robek di bagian kaki kanannya beserta celana yang dia gunakan juga robek akibat terjatuh, ditambah lagi pemukulan secara bersamaan dilakukan sejumlah aparat kepolisian .

“Kami akan menindaklanjuti sampai ke Kapolda bahkan Kapolri atas kriminal yang dilakukan oleh oknum kepolisian,” teriak Ketua HMI Cabang Dompu, Herdiawan, dalam orasinya di depan Mako Polres Dompu.

Herdiawan menyayangkan sikap sejumlah aparat kepolisian yang telah melakukan kriminalisasi terhadap salah satu anggotanya. “Kenapa aparat kepolisian, orang yang mengalami kecelakaan malah dianiaya bahkan dikroyok,” teriak Herdiawan.

Sementara itu, Kapolres Dompu, Erwin Suwondo, SIK. MIK, melalui Kasat Intelkam, Abdul Haris, saat dialog di depan Mapolres setempat, menanggapi tuntutan puluhan massa HMI.
Hari meminta agar HMI menyampaikan laporan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Dompu.

“Kalau ada unsur pidana lapor ke SPKT nanti akan ditindaklanjuti oleh (Satuan) Reskrim, kemudian terkait internal, ini menyangkut anggota Polri berarti ada penyidik internal itu di bagian Propam (Provos),” ujarnya.

Haris menegaskan untuk mendapatkan keterangan visum pihak korban dan saksi agar bisa dihadirkan untuk memberikan keterangan.

“Untuk mengeluarkan SPKT otomatis hadirkan korban dan saksi baru bisa harus datang melapor baru diambil keterangan dibuatkan laporan polisinya baru diterbitkan rekomendasi visumnya,” tandasnya. [CR-D}

No comments