Breaking News

Cekcok saat Orgen Tunggal, Pemuda Hu’u Dompu Tewas Dianiaya

Pihak Polres Dompu, TNI dan Kerabat Korban Berkabung Usai Insiden Berdarah di Desa Marada Kecamatan Hu'u.

Dompu, Berita11.com— Sebuah insiden berdarah terjadi saat acara orgen tunggal memeriahkan sunatan anak warga Dusun Madawa Desa Marada Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Selasa (7/8/2018). Taufik Ihram alias Satako, pemuda 19 tahun dusun setempat tewas setelah sempat cekcok mulut dan perang parang dengan sejumlah warga setempat yang mencoba menghentikan acara orgen.

Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor Dompu, IPTU Suhatta SH membenarkan insiden berdarah saat acara orgen tunggal yang menyebabkan Satako tewas.

“Sekitar pukul 02.00 hari Selasa, pelaku berinisial MM, 30 tahun memberhentikan orgen dan mengambil mic untuk memberikan imbauan kepada penonton agar bisa menjaga jalannya kegiatan orgen tersebut serta (mengimbau) tidak melakukan perkelahian dan mabuk-mabukan,” jelas Suhatta di Dompu, Selasa (7/8/2018).

Saat itu, lanjut Suhatta, korban masuk ke areal orgen sambil memegang sebilah parang dan sebotol arak di tangan kirinya hingga terjadi cekcok mulut antara pelaku MM dan korban.

“Jangan banyak bicara kamu biarkan orgen itu lanjut terus,” kata Suhatta menirukan perkataan korban yang diduga menjadi pemicu awal insiden.

Saat itu pelaku MM menjawab, “Kenapa Kamu melarang saya untuk memberikan imbauan, ini orgen ada karena kami yang mengumpulkan uang,” jelas Suhatta.

Suasana semakin panas, saat MM dan korban terlibat cekcok, datang teman pelaku berinisial SN langsung melempar korban menggunakan kursi plastik, namun korban berhasil menghindar.

“Saat itu, MM memegang sebilah parang dan tangan kirinya pegang kursi kemudian memukul korban menggunakan kursi sebanyak satu kali sehingga korban terjatuh. Saat itu datang teman pelaku SW, dengan sebilah parang langsung membacok korban di bagian lengan kanan korban hingga parang yang dipegang korban terjatuh,” jelas Suhatta.

Saat peristiwa itu, korban sempat dibantu temannya yang juga memiliki sebilah parang, warga Dusun Daha Barat, Desa Daha, Sahrul Ramadhan, 20 tahun. Sesaat  kemudian saling korban dan para pelaku saling mengayunkan parang.

“Korban yang terjatuh berusaha bangun, namun datang ML membacok korban di bagian dadanya, kemudian antara pelaku dan korban saling serang dan saling mengayungkan parangnya masing-masing. Namun korban berusaha mundur dan lari, tetapi para pelaku tetap mengejarnya hingga berjarak kurang lebih 100 meter dari Tempat Kejadian Perkara awal,” jelas Suhatta.

Tak jauh dari lokasi semula atau sekitar 100 meter, Taufik Ihram alias Satako menghembuskan nafas terakhirnya setelah dihabisi empat pelaku secara bersama.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Hu'u untuk mendapatkan perawatan intensif karena kondisi luka robek hampir putus di bagian tangan lengan kanan, luka robek di bagian bahu Kanan, luka robek di bagian dada sebelah kiri dan luka putus di bagian telinga kanan.

Suhatta mengatakan, sebelum 1 x 24 jam atau 5 jam pasca peristiwa itu, dari empat pelaku penganiayaan, tiga di antaranya berhasil diringkus pihak kepolisian yakni MM, 30 tahun, yang juga Ketua BPD Desa Marada, kemudian IHM, 41 tahun, yang juga staf Desa Marada dan SW, 30 tahun.

Satu di antaranya sempat melarikan diri, namun dalam waktu yang singkat, sekira pukul 12.00 Wita AM alias Koko, 30 tahun berhasil dibekuk Tim Opsnal Polres Dompu di Doro Wawo Marada.

Empat pria yang diduga pelaku penganiayaan tersebut berasal dari Desa Marada Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu. (CR-D/PIS)

No comments