Breaking News

Dari 1.100 Target hanya 385 Pelajar SMPN 1 Kota Bima yang Setuju Vaksin MR, Dikes Isyaratkan Sweeping Sejumlah Sekolah

Ilustrasi. Foto Riau Online.


Kota Bima, Berita11.com— Target Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima menyuntik 1.100 pelajar saat peluncuran vaksin Measles Rubella (MR) di SMPN 1 Kota Bima meleset. Dari seribu lebih pelajar yang ditargetkan, hanya 385 orang yang setuju untuk divaksin. Bahkan kepala sekolah setempat sempat  meminta penundaan vaksin MR.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Imunisasi, Surveilans dan Kesehatan Dikes Kota Bima, Anna Tahfidziyah SST. “Memang kemarin ada kendala sedikit, di SMPN 1 Kota Bima. Kalau lauching penyuntikan lancar-lancar saja. Cuma memang kemarin yang nolak karena ada banyak isu, kepala sekolah minta penundaan tapi kami dari Dinas Kesehatan tetap jalan karena dari Kemenkes sudah mengeluarkan instruksi,” ujar Anna di Dikes Kota Bima, Selasa (7/8/2018).
Pasca munculnya penolakan pada saat vaksin perdana MR di Kota Bima, Dikes mengisyaratkan akan melaksanakan sweeping terhadap seluruh sekolah yang menolak vaksin MR. “Kami tunggu, nanti ada namanya sweeping bagi sekolah yang menolak dan meminta menunda tunda disuntik. Setelah semua jadwal terlaksana, sekolah ful sampai Agustus terus di Posyandu September. Kalau sudah selesai full september kami akan melakukan sweeping di sekolah lagi,” kata Anna.
Disebutkan Anna, dari target vaksin perdana 1.100 pelajar di SMPN 1 Kota Bima, hanya 385 orang yang setuju divaksin. Bahkan beberapa orang tua meminta khusus anaknya tidak disuntik MR.
“Awalnya kepala sekolah sempat menolak dan meminta ditunda. Namun kami juga menakankan kalau memang institusi SMPN 1 menolak, kami meinta silahkan buat surat pernyataan agar kami koordinasikan dengan (Dinas) Dikbud, karena dari kemarin kami tidak jalan sendiri, Dikes jalan bareng  Dikbud, Kemnag dan MUI,” ujar Anna.
Menurutnya, meskipun sebelumnya ada kesepakatan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Menkes bahwa vaksin MR akan ditunda hingga keluarnya sertifikat halal. Namun surat terbaru Kementerian Kesehatan yang diterima Dikes Kota Bima (Senin (6/8/2018) meminta vaksin MR tetap dilaksanakan bagi yang setuju, sedangkan tidak setuju ditunda.
“Ada beberapa orang tua yang tidak mau anaknya disuntik. Akhirnya kami tetap jalan, yang mau disuntik jalan (lanjut), yang tidak mau tidak masalah. Total 385 anak di SMP 1 yang disuntik,” ujarnya
Kendati ada penolakkan, Anna mengisyaratkan program vaksin MR untuk pelajar di Kota Bima tetap dilanjutkan. Selasa (7/8/2018) tim medis berhasil melaksanakan vaksin terhadap seluruh siswa TK dan SD IT Insan Kamil Kota Bima. selain itu sukses melaksanakan vaksinasi terhadap seluruh pelajar MTsN Kota Bima di Padolo.
“Jadi intinya tidak ada penundaan, kemarin Senin keluar surat terbaru dari Menteri Kesehatan tetap seperti itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs Azhari, M.Si mengatakan, Dikes Kota Bima tetap akan melaksanakan vaksinasi MR hingga mencapai 95 persen sesuai target sesuai instruksi pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.
“Koordinasi dengan MUI ada, kami serahkan kepada Kemenkes. Kalau kami Dikes hanya melaksankaan, ada pihak-pihak yang terlibat seperti Depag dan MUI. Kalau Kemenag itu untuk koordinasi sekolah di bawah Kemnag seperti Madrasah Tsnawiyah,” ujarnya.
Diakui mantan Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bima ini, di Kota Bima dan sejumlah daerah memang ada penolakkan. Namun program vaksinasi MR harus tetap berjalan demi kebaikan warga.
“Di Dompu juga ada penolakan, ada yang menunda. Cuma saya bilang itu program harus tetap dilaksankaan karena. Kami harus jalan, mau 10 orang atau 20 orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Dikbud) Kota Bima, Drs H Alwi Yasin, M.Ap mengaku belum menerima laporan sejumlah sekolah yang menolak vaksin MR di Kota Bima.
Menurutnya, Dinas Dikbud hanya bertugas mengoordinir sejumlah sekolah. Sementara untuk pelaksanaan, dinas setempat menyerahkan urusan pelaksanaan vaksin MR kepada Dikes Kota Bima. [US]

No comments