Breaking News

Irfan DJ: Setelah Pemindahan Ibukota, Jangan Sampai Masyarakat Woha hanya Tukang Cuci Piring!

Camat Woha, Irfan DJ SH. Foto US Berita11.com.


Bima, Berita11.com—  Ada harapan khusus yang menyertai pemindahan ibukota Kabupaten Bima ke Kecamatan Woha. Camat setempat, Irfan DJ SH menginginkan nasib masyarakat yang dipimpinnya lebih baik setelah perubahan status itu.

Bahkan Irfan menitip pesan agar jangan sampai masyarakat Woha menjadi orang asing di wilayahnya sendiri. “Jangan sampai masyarakat Woha menjadi tukang cuci piring setelah pemindahan ibukota Kabupaten Bima,” katanya di kantor Camat Woha, Rabu (15/8/2018).

Irfan menjelaskan yang dimaksud menjadi tukang cuci piring yaitu masyarakat menjadi orang asing di wilayah sendiri karena menjual seluruh tanahnya.  “Jangan terlena dengan harga tanah yang naik (pasca pemindahan ibukota) kemudian menjual semuanya kepada orang lain,” katanya.

Irfan sepakat jika masyarakat Woha terutama di sejumlah desa penyangga ibukota Kabupaten Bima berbenah dengan membangun fasilitas penunjang untuk menggerakan ekonomi seperti fasilitas kos-kosan, rumah makan atau warung maupun layanan lain.

Menurutnya, sebagai konsekuensi pemindahan seluruh aktivitas pelayanan pemerintah di wilayah Woha, maka pemerintah daerah harus terus membenahi Kecamatan Woha seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Bima.

Beberapa upaya yang harus dilakukan yaitu membangun infrastruktur penunjang seperti jalan baru dan jalan alternatif. “Pemerintah daerah bisa melakukan seperti penataan dan pembangunan ikon Amahami yang dilakukan Pemerintah Kota Bima. kalau kami pemerintah kecamatan juga tetap mendorong perubahan karakter masyarakat menerima dinamika ekonomi dan perubahan status setelah pemindahan ibukota,” ujarnya.

Hal lain yang harus dilakukan pemerintah daerah yaitu mendorong alokasi anggaran untuk Kecamatan Woha dalam postur APBD Kabupaten Bima, lebih tinggi dibanding wilayah lain. [US]

No comments