Breaking News

Kambing Bermata Satu di Bolo Benarkah Mirip Manusia dan Dajjal? Ini Bantahan Mahasiswa Vokasi UNRAM

Mahasiswa Prodi Kesehatan Hewan dan Produksi Ternak Vokasi UNRAM, M Nur Aditia.


Bima,Berita11.com— Rabu (15/8/2018) malam masyarakat Bima dihebohkan isu seekor kambing mirip manusia yang diduga penampakkan Dajjal. Isu itu berkembang luas di media sosial dan melalui pemberitaan sejumlah media online. Beberapa spekulasi bahkan menduga hewan tersebut “diduga” hasil hubungan dengan manusia.

Menanggapi isu tersebut, mahasiswa Program Studi Kesehatan Hewan dan Produksi Ternak VokasiUniversitas Mataram kampus Bima, M Nur Aditia menuluruskan berbagai spekulasi yang terlanjur berkembang itu.

Dijelaskannnya, peristiwa lahirnya seekor kambing dengan  satu mata besar di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima,Rabu 15 Agustus 2018 kemarin bukanlah seperti yang diduga banyak orang.

Kondisi kambing tersebut disebut cyclopia, ditandai dengan kegagalan berkembangnya otak untuk memisahkan diri menjadi dua belahan otak. Akibatnya, tengkorak hanya membentuk soket mata tunggal.

“Cacat genetik biasanya sangat disalahkan dengan beberapa opini-opini lain sehingga masyarakat menjustifikasi bahwasanya itu tanda-tanda kiamat atau kedatangan Dajjal. Namun kambing bermata satu (cyclopia) itu disebabkan oleh racun yang tertelan oleh induk kambing selama kehamilan,” ujarnya kepada Berita11.com di Bolo, Kamis (16/8/2018).

Capture Berita Tentang Bayi Kambing yang Gegerkan Warga Bima.
Menurutnya, kasus serupa pernah terjadi di India, di mana domba yang memakan tanaman yang mengandung racun penghalang embrio kemudian melahirkan seekor anak domba bermata satu.

M Nur Aditia menjelaskan, cyclopia sering disertai dengan kelainan fisik lainnya. Bayi kambing tersebut juga kehilangan bulu mata, kelopak mata, satu telinga, dan beberapa gigi. Rahangnya sangat pendek dan hidungnya terbelakang.

“Berbeda dengan cyclopes mitos Yunani yang terkenal dengan berbagi sifat mereka kepada seluruh ras mereka, tapi cyclopes jaman modern adalah individu langka,” katanya.

Ia menambahkan, sangat sedikit bayi dengan cyclopia bertahan lebih dari beberapa hari, karena kelainan fisik yang terkait hidung yang hilang dan otak terbelakang sangat fatal bagi kehidupan hewan tersebut. [CR-B/ IN]


No comments