Breaking News

Keharuan Upacara HUT ke-73 RI di Posko Baguna PDIP KLU Bersama Korban Gempa

Meski Masih Tinggal di Tenda Pengusian, Korban Gempa Khidmat Mengikuti Upacara HUT ke-71 RI.


Tanjung, Berita11.com— Upacara apel bendera Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia di Posko Baguna Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) depan Pasar Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) berlangsung khidmat dan penuh  haru.

Meski hidup tengah posko dan masih dalam kondisi memprihatinkan karena tak lagi memiliki rumah sebagai tempat tinggal, anak korban gempa Lombok di KLU tetap bersemangat mengibarkan sangsaka memperingati kemerdekaan negeri ini.

Pelaksanaan upacara HUT ke-73 RI diawali  upacara menaikkan bendera sang saka merah putih oleh tiga orang siswi yaitu Denek Bini Giskha asal SMA 1 Tanjung,  Bini Wulan asal SMK 1 Tanjung, Laora asal SMP 1 Tanjung. Bertindak sebagai komandan upacara Komandan Satgas PDIP KLU, Hasanuddin.  

Di luar itu, sekolah sejumlah pelajar tersebut  masih rusak dan hancur  akibat diguncang gempa beberapa waktu lalu. Ketiganya tinggal di posko pengungsian bersama orang tuanya.  

Ketua Baguna PDIP NTB, Ahmad Sukro didaulat  membacakan teks Pancasila, sementara yang bertindak sebagai inspektur upacara Ketua DPC PDI KLU, Raden Nuna Abriadi sekaligus yang membacakan teks Proklamasi.

Dalam amanat  pesan upacara apel bendera, inspektur upacara Raden Nuna Abriadi mengatakan saat ini kehidupan warga KLU sedang mengalami ujian oleh yang maha kuasa.  Untuk itu warga KLU tidak boleh larut oleh rasa duka yang berkepanjangan.

Saat saat seperti inilah wajah kemanusian partai harus ditampilkan. Mari kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila yang mana sari patinya adalah gotong royong membangun semangat kebersamaan,  memeras keringat bersama,  membanting tulang bersama,  bantu membantu  bersama,  berat sama dipikul tingan sama dijinjing,  semangat itulah dipupuk dan gelorakan dalam menghadapi musibah ini.

“Saya mengajak srmua elemen terutama para kader partai untuk bergandengan tangan tertawa dan menangis bersama rakyat,  berhentilah menangis ayo bangkit dan berdiri tegak kita songsong hari esok yang lebih baik,” kata Raden Nuna seraya menyemangati peserta upacara dan para korban gempa.

Kesan-kesan peserta upacara HUT RI

Sementara itu peserta upacara Findri Puspita Sari dari Baguna PDIP DKI sangat terkesan bisa mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Tanjung bersama PDIP KLU dan pengungsi meskipun sejatinya mereka semua korban gempa bumi.

Upacara HUT ke-73 RI yang Digelar Pengurus PDIP di Posko Baguna PDIP KLU Berlangsung Haru.
Findri mengakui pelaksanaan upacara bendera ini jauh dari kemewahan. Menutunya, hal tersebut  menunjukkan  kader PDIP di manapun dan dalam situasi apapun selalu  ada di tengah-tenga rakyat, termasuk dalam situasi bencana sekalipun.

“Kami tetap ingin bendera merah putih berkibar. Sebagai bentuk kecintaan kami terhadap negara republik Indonesia,” ungkapnya.

Seorang pengungsi, Hasmah mengutarakan dirinya ikut apel HUT ke-73 RI bersama PDIP sebagai bagian untuk mengenang dan menghormati jasa  para pahlawan bangsa yang telah memerdekakan NKRI dari belenggu penjajah.

Bendahara DPD PDI NTB, Edi Sukmono yang hadir mewakili Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat merasa terhormat bisa mengikuti peringatan detik-detik proklamasi bersama DPC PDIP KLU dan para pengungsi.

“Ini bentuk Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah) yakni tetap mengenang para the Founding Father negeri ini,” pungkasnya. [RD]

No comments