Breaking News

Kekurangan Dokter Spesialis, Dikes Kota Bima Tawarkan Insentif Rp27 Juta Bulan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs H Azhari M.Si. Foto US Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Meskipun saat ini Rumah Sakit yang berdiri di Kota Bima masih tipe D, saat ini Kota Bima membutuhkan sejumlah tenaga dokter spesial terutama kandungan. Untuk setiap dokter spesialis pemerintah menawarkan insentif dan uang sewa rumah Rp27 juta per bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs H Azhari, M.Si mengatakan, secara umum tenaga dokter kontrak di Kota Bima sebanyak 15 orang. “Untuk kebutahan dokter, saya (pemerintah) ngontrak yang ada di kita dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam dan mestinya ada dokter spesialis kandungan. Kami sedang bersurat, insya Allah nanti pemerintah pusat atau Kemenkes akan coba memenuhi kebutuhan kita dua dokter,” ujar Azhari di Dikes Kota Bima, Selasa (7/8/2018).

Diakui Azhari, saat ini Kota Bima  memiliki satu tenaga spesialis syaraf, namun sedang berada di Swiss. Selain itu  dokter spesial radiologi. Hanya saja Rumah Sakit Tipe D Kota Bima belum didukung fasilitas radiologi dan penunjang lainnya.
“Peralatan minta dulu pinjam pakai di Rumah Sakit Umum mataram. Untuk dokter spesialis insentifnya kami menyiapkan insentifnya Rp20 juta, sewa rumah Rp7 juta. Dia dapat dari kami saja Rp27 juta per bulan,” ujar Azhari.
Azhari menyatakan, pada prinsipnya Dikes Kota Bima siap mendukung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima terpilih pada bidang kesehatan. Misalnya program pendekatan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola Tim Medis mendatangi warga terutama kelompok tidak mampu dan menyiapkan anggaran mini yang bisa menyasar hingga lorong-lorong gang seperti yang diterapkan di Bandung.
“Kami siap mendukung program 100 hari kerja Wali Kota baru. Seperti yang direncanakan beliau (Wali Kota terpilih) menginginkan negara mengunjungi rakyat. Artinya petugas medis mengunjungi warga khususnya orang-orang tidak mampu,” ujar mantan pejabat di SKPD Kabupaten Bima ini.
Namun Azhari juga tak menampik akan banyak kendala untuk mengoptimalkan tahap awal program  pasca Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima terpilih dilantik.
 
“Pak Wali Kota (baru) juga mau kerja apa juga ndak bisa karena uang kita habis. Habis disedot untuk penyelenggaran Pilkada Kota Bima,” ujar Azhari.
Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bima, dr Faturahman menyebutkan, berdasarkan penghitungan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, idealnya setiap dokter di Kota Bima melayani 20 ribu pasien. Namun masalah umum di Kota Bima kekurangan dokter spesialis.
Dikes Kota Bima bisa saja meminta dukungan dari pihak RSUD Bima. Hanya saja di Kabupaten Bima juga kekurangan tenaga dokter spesialis. [US]

No comments