Breaking News

Malang, Wanita ini Tiba-tiba Dipukul dengan Kayu saat Hendak Tolong Pemain Bola

Korban Kekerasan saat Mengadu ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu.


Dompu, Berita11.com— Kasus kekerasan terhadap wanita masih terus terjadi, termasuk di Dompu. Tanpa alasan yang jelas, Fatun (27 tahun), warga Dusun Saneo II Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu tiba-tiba dipukul dengan kayu oleh NM (44 tahun) saat hendak menolong pemain bola mini yang pingsan saat pertandingan di Dusun Wawo Desa Saneo, Kamis (9/8/2018) lalu.

Kini kasus kekerasan tersebut telah dilaporkan Fatun kepada Kepolisian Resor Dompu dengan tanda bukti penerimaan laporan  LP/313/VIII/2018/NTB/Res Dompu. Kasus ini juga diadukan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Dompu.

Saksi mata peristiwa dugaan penganiayaan, Yuni menceritakan insiden kekerasan yang dialami Fatun berawal saat menyaksikan sepak bola mini antar RT di Lapangan Dusun Wawo Desa Saneo Kecamatan Woja. Salah satu pemain bola yang bertanding hari itu adalah saudaranya Fatun. Namun di tengah permainan, tiba-tiba adik korban pingsan setelah berbenturan dengan pemain lain.

Sontak korban dan sejumlah warga lain  masuk ke lapangan berupaya menolong pemain yang juga adik korban tersebut.

“Pelaku tidak tahu datang dari arah mana. Tiba-tiba pelaku ada di samping dan melakukan pemukulan terhadap Fatun. Korban saat itu merasa kaget karna dipukul NM dengan menggunakan sebatang kayu,  panjangnya kurang lebih satu meter. Korban dipukul tiga kali, untung sekali korban menangkisnya pakai tangan,” ujar Yuni.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka memar yaitu paha di bagian depan, pantat dan lengan sebelah kiri. Tak hanya tubuh, gawai merek Nokia Tipe 360,  korban hancur akibat terkena hantaman kayu yang diayungkan NM.

“Korban melaporkan kejadian itu di Kepala Dusun Saneo II, kemudian Kadus menganggap persoalan itu dianggap besar akhirnya kadus menyerahkan ke kepala desa  Rustam HM Said, tetapi Kades sedang berada di luar daerah, “ cerita Yuni.

Karena tidak puas dengan situasi Kades yang tidak berada di tempat, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Dompu. laporan korban diterima polisi dengan bukti laporan: LP/313/VIII/2018/NTB/Res. Dompu, tanggal 9 Agustus 2018 tentang tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal  Polres Dompu, AKP Daniel P Simangunsong, SIK, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya korbanya sudah melaporkan persoalan itu dan saat ini masih dalam proses,” ujar Daniel dihubungi Berita11.com melalui layanan  pesan Whatsapp.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Dompu, Hj Daryati Kustilawati, SE, M.Si mengatakan kasus tersebut akan didorong hingga tuntas.

“Ini juga menjadi bagian tugas pokok kami.  Kami (DP3A) akan mendampingi dan mengawal kasus ini kaitan dengan proses hukum dalam persidangan nanti,”  isyarat Hj. Daryati di dinas setempat.

Merujuk kasus tersebut, Daryati mengimbau masyarakat agar lebih peka melihat apa yang menjadi hak perempuan. Jangan melakukan kekerasan terhadap kaum Hawa. 

“Pastinya kami tidak ingin kejadian seperti ini, karena kasus ini jelas mengarah pada kekerasan terhadap perempuan dan kami mengimbau terhadap masyarakat untuk mengkampanyekan bagaimana melindungi hak-hak perempuan,” imbaunya.

Hingga berita ini diturunkan, NM masih dalam upaya pencarian untuk dikonfirmasi. Sebelumnya  NM yang coba disambangi di kediamannya tidak berada di tempat. [RIS]

No comments