Breaking News

Pasokan tak Lancar, Harga Sayur di Pasar Ama Hami Naik

Penjual Sayur di Pasar Raya Ama Hami Kota Bima. Foto US Berita11.com



Kota Bima, Berita11.com— Sebulan terakhir pasokan sayur dan sembilan bahan pokok lain (Sembako) untuk kebutuhan warga Kota Bima terganggu karena sistem buka tutup di pelabuhan penyebarangan Lombok-Sumbawa pasca gempa tetkonik dan gangguan cuaca. Akibatnya sejumlah sayur seperti di Pasar Raya Ama Hami Kota Bima juga naik.

Pedagang sayur di Pasar Ama Hami, Aminah menyebut, sejumlah sayur yang naik yaitu buncir dari seebelumnya Rp16 ribu per kilogram naik menjadi Rp20 ribu, daun bawang naik dari Rp20 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Selain sayur tersebut, komoditi lain yaitu telur naik dari Rp245 ribu per ikat menjadi Rp280 per ikat. “Naikknya lebih kurang sudah sebulan. Namun untuk buncis dan daun bawang sudah seminggu ini karena pasokannya kurang lancar. Kita pasok dari Pulau Lombok,” ujarnya di Pasar Ama Hami, kemarin.

Tak hanya sayur tersebut, harga bawang putih juga naik dari Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp28 ribu. Sementara itu, harga kacang ijo naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu. Demikian juga kacang tanah dari Rp15 ribu naik menjadi Rp22 ribu per kilogram.

“Selain pengaruh pasokan yang ndak lancar, beberapa barang juga naik karena dipengaruhi musim saat ini. Misalnya kacang tanah dan kacang ijo itu naik karena sekarang lagi musim kering. Akan beda kalau sudah musim panen nanti,” ujar Faridah, pedagang lain di Pasar Ama Hami.

Berbeda dengan sejumlah sayur tersebut, harga kol lokal di Pasar Raya Ama Hami justru anjlok. Harga kol lokal Bima dijual Rp5 ribu. Padahal biasanya harga kol umumnya Rp15 ribu.

“Kalau kol lokal itu murah karena ambilnya dari sini. Beda dengan kol Lombok itu bisa sampai Rp15 ribu per kilogram, tapi saat ini pasokannya tidak lancar karena petani di sana juga dilanda gempa bumi,” ujar Raodah, penjual sayur di Pasar Ama Hami. [US]

No comments