Breaking News

Pernah Kecolongan Penumpang Bawa Peluru Aktif, Bandara Bima Tingkatkan Keamanan

Ilustrasi/ Foto Istiimewah.

Bima, Berita11.com— Beberapa bulan lalu petugas bandara menemukan peluru aktif yang tersemat dalam kursi penumpang sipil penerbangan dari Bima ke Lombok di sebuah maskapai penerbangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut terulang dan kemungkinan-kemungkinan terburuk gangguan penerbangan, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima meningkatkan standar keamanan.

Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Sutarmin SAP mengatakan, pihak bandara setempat tetap menerapkan standar keamanan sesuai prosedur di antaranya tahapan-tahapan pengecekan barang bawaan penumpang seperti pemeriksaan x-ray.

“Melalui bandara kita koordinasi dengan kepolisian, karena kami ada MoU juga dengan dua aparat penegak hukum (TNI/Polri). Jadi mereka tetap stand by 24 jam. Untuk back up di luar, untuk penumpang yang berangkat pemeriksaan tetap kami lakukan,” ujar Sutarmin di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Untuk kasus penemuan peluru aktif di kursi pesawat yang digunakan warga sipil penerbangan dari Bima ke Lombok, menurut Sutarmin belum dapat dipastikan apakah benar-benar dibawa oleh penumpang dari Bima. Karena pesawat itu merupakan penerbangan rute sambungan dari beberapa daerah lain Kupang, Denpasar-Bima dan Bima ke Lombok.

“Soal kecolongan kita juga belum tahu hasil investigasi dari Otoritas (Bandara) di Mataram. Karena harus jelas pesawati itu datang dari mana dulu. Ndak diplear secara menyeluruh di sini. Ngambil sampah-sampah besar saja. Kami sudah melakukan pengecekan,” ujar Sutarmin.

Sutarmin memastikan untuk mengantipasi gangguan keamanan dan hal-hal membahayakan penerbangan pihaknya sudah melakukan upaya antisipatif. Termasuk pasca keputusan pemerintah membubarkan sebuah organisasi.

Pihaknya memastikan tidak ada barang-barang berbahaya yang dibawa penumpang pesawat. 



Kasubag Tata Usaha Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Sudarman menambahkan belum ada hasil investigasi berkaitan kasus tersebut. Peluru aktif di salah satu maskapai itu memang ditemukan di kursi yang diduduki ibu-ibu dan anak, warga sipil. [AD/ US]

No comments