Breaking News

Potret Pendidikan di Kaki Tambora, Siswa Belajar di Luar karena Ruangan Sekolah Rusak

Siswa dan Guru di SDN Tambora Desa Oi Bura Kabupaten Bima Terpaksa Melaksanakan KBM di Luar Kelas karena Kondisi Sekolah yang Rusak


Bima, Berita11.com—  Pendidikan di desa-desa terpencil tidak hanya jauh dari fasilitas memadai dibandingkan dengan di ibukota. Namun juga luput dari perhatian pengambil kebijakan seperti yang menjadi potret pendidikan di SDN Tambora Desa Oi Bura yang ada di bawah kaki GunungTambora Kabupaten Bima. Tiga hari terakhir siswa di sekolah tersebut harus belajar di luar ruangan.

Menurut  guru SDN setempat, Sugeng Purnomo S.Pd, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar ruang kelas sudah berlangsung tiga hari ini pasca Pulau Lombok termasuk Bima dan daerah sekitar diguncang gempa tektonik 7,0 SR.

“KBM di luar (ruangan) sekolah sudah berjalan sejak dari Senin hingga Rabu (sekarang),” katanya, Rabu (8/8/2018).

Kondisi sekolah yang rusak parah tidak hanya terjadi pasca gempa tektonik mengguncang NTB dan daerah sekitar, Minggu (5/8/2018) kemarin. Namun sudah berlangsung lama. Sejumlah bagian bangunan retak setelah diguncang gempa tektonik 2016 lalu. Bahkan tak hanya dinding yang retak-retak, namun bagian plafon semakin rusak.

Dikatakan Sugeng, pihak guru sekolah setempat tidak berani berspekulasi untuk bertahan melaksanakan KBM di dalam ruang kelas karena kuatir kondisi bangunan yang rusak dapat mengancam jiwa siswa dan para pengajar. 

Dikatakannya, retaknya bangunan tersebut karena guncangan gempa yang terjadi pada Minggu, (5/7) petang kemarin. Sebelumnya sekolah tersebut juga sudah mengalami keretakan dua tahun terakhir, karena diguncang gempa Bumi 2016 lalu.

“Sampai saat ini belum kunjung diperhatikan oleh Dinas (Dikbud dan Gempa pada Minggu kemarin menambahkan kerusakan bangunan ini,” kata guru yang mengajar kelas 3 ini.

Tak ayal kondisi bangunan sekolah yang rusak membuat orang tua murid kuatir sehingga meminta pihak sekolah agar tidak memaksakan pelaksanaan KBM dalam ruang kelas. Bahkan beberapa siswa enggan masuk sekolah.

“Sejak Senin hingga Rabu ini hanya separuh yang masuk karena takut. Selain itu wali murid juga melarang anaknya karena melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan,” ujar Sugeng.

Saat ini SDN Tambora di Desa Oi Bura membutuhkan tenda darurat untuk mendukung kegiatan belajar darurat di luar. [AN]

No comments