Breaking News

Protes Lahan Makam Disertifikat Sepihak, Warga Tanjung Baru Demo BPN

Aksi Unjuk Rasa Puluhan Warga Dusun Tanjung Baru Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupatne Bima di ATR BPN.

Bima, Berita11.com— Puluhan warga Dusun Tanjung Baru Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima di Jalan Negara Lintas Sumbawa Kecamatan Woha, Rabu (1/8/2018). Massa menyorot terbitnya sertifikat tanah di atas lahan yang telah diwakafkan untuk pemakaman  penduduk setempat.

Sekira pukul 10.45 Wita, secara bergantian sejumlah pemuda yang bergabung dengan massa melancarkan orasi di gerbang utama ATR BPN Kabupaten Bima. Aksi massa dikawal puluhan aparat Kepolisian Resor Bima bersenjata lengkap.

Dalam orasinya, koordinator massa, Adhar menilai bahwa BPN bertanggungjawab terhadap terbitnya sertifikat di atas lahan yang telah diwakafkan untuk pemakaman warga Dusun Tanjung Baru.

“Tanah wakaf yang sudah diwakafkan untuk warga Dusun Tanjung Baru disertifikat. Padahal di lahan ini merupakan tanah kuburan,” katanya saat aksi berlangsung.

Setelah belasan menit menggelar orasi, sekira pukul 11.21 Wita, enam perwakilan massa di antaranya Kepala Dusun Tanjung Baru, Sulaiman diterima beraudiensi dengan pejabat ATR BPN Kabupaten Bima dengan pengawalan langsung Kabag Ops Polres Bima, Kompol Haryanto Widjaksono dan Kepala Kepolisian Sektor Woha AKP Fandi.

Pejabat Humas ATR BPN Kabupaten Bima, H Syafrin menegaskan bahwa proses penerbitan sertifikat lahan yang diklaim massa berada di atas lahan pemakaman warga telah melalui proses atau memenuhi syarat.

Penerbitan sertifikat tanah di atas lahan program perkebunan atas nama Jasman telah melalui serangkaian proses termasuk survei dan kelengkapan administrasi rekomendasi dari pihak pemerintah desa. “Sertifikat hanya bisa dibatalkan karena dua yaitu keputusan inkrah dari pengadilan dan adanya masalah syarat yang tidak terpenuhi saat proses penerbitan,” katanya di depan perwakilan massa saat audiensi.

Meskipun sudah dijelaskan berbagai proses hingga terbitnya sertifkat, perwakilan massa tetap bersikukuh bahwa lahan yang belakangan bersertifikat dari BPN itu berada di atas kuburan masyarakat sehingga koordinator massa, Adhar dan Kepala Dusun Tanjung Baru, Sulaiman meminta aparat BPN agar meninjau kembali kelayakan penerbitan sertifikat itu.


Setelah sempat alot, audiensi yang coba ditengahi oleh Kabag Ops Polres Bima tersebut berhasil menemui titik temu yaitu kesepakatan perwakilan massa dengan BPN yang akan meninjau ulang kondisi di lapangan termasuk syarat-syarat administrasi, peta lokasi, histori lokasi untuk memastikan ada atau tidaknya makam di atas lahan yang telah disertifikat itu.
Pukul 12.20 Wita, massa yang datang dengan menumpang tiga kendaraan pick up kembali ke Tanjung Baru. [AH/US]

No comments