Breaking News

Siap Amankan Kantor Baru Pemkab Bima, Sat Pol PP Terapkan Pendekatan Persuasif

Kabid Panwal Satuan Pol PP Kabupaten Bima, Syaifuddin M. Noer Alias Argon Noer. Foto US

Bima, Berita11.com— Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasca pemindahan aktivitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima di kantor baru di Lingkungan Godo Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) melakukan sejumlah persiapan.  Namun penanganan gangguan dilakukan dengan pola yang berbeda.

Kepala Bidang Pengamanan, Pengawalan dan Pengawasan (Panwal) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bima, Syaifuddin mengatakan, pola yang diterapkan pengawal Perda setempat yaitu mengutamakan sikap-sikap humas atau pendekatan persuasif.

“Setelah mendapat ilmu dan pelatihan, harapannya bisa diterapkan anggota tak hanya di lokasi tugas tetapi juga di sekitar tempat tinggal. Materi ini sangat membekali, selama ini mereka (anggota Pol PP) selalu emosional,” ujar Syaifuddin di kantor Sat Pol PP Kabupaten Bima, Selasa (28/8/2018).

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan gangguan di kantor baru Pemkab Bima, Satuan Pol PP menggelar  Bimbingan Teknis Hura Hara selama empat hari yang diikuti 60 personil setempat. Materi mencakup semua tugas Pol PP. Sementara pemateri dan pelatih berasal dari TNI dan Brimob.

“Setelah ini kita harapkan anggota tidak lagi emosional tapi mengendepankan pendekatan persuasif. Dengan pembekalan ini mudah-mudahan anggota kami sabar dan tidak emosional,” harap pria yang akrab disapa Argon Noer ini.

Di luar pola baru, pendekatan persuasif yang akan diterapkan, Satuan Pol PP Kabupaten Bima masih menghadapi sejumlah kendala dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi untuk menegakan Peraturan Daerah dan membantu fungsi pengamanan Pemerintah Kabupaten Bima. hingga kini Sat Pol PP masih kekurangna mobil  Dalmas dan peralatan pendukung tugas yaitu tameng.

“Kalau sarana pendukung banyak kendala, tameng kita belum punya, mobil Dalmas cuma satu. Suatu hari ada kejadian pada hari  yang sama lokasi yang beda. Sebelumnya kami sudah usul tambahan 1 mobil personil,” ujar Argon.

Masalah lain yaitu masih lemahnya koordinasi antara Pol PP dengan aparat berkaitan TNI dan Polri. Menurutnya, sesuai regulasi dan pertimbangan tugas Pol PP yang semakin berat, aparat penegak Perda membutuhkan peralatan pendukung seperti pistol listrik.

“Apalagi ini daerah konflik. Namun kami optimis dengan pola-pola pendekatan persuasif dan upaya membangun komunikasi degnan sejumlah pihak termasuk para tokoh pemuda, tokoh masyarakat. Kita utamakan membangun dialog,” ujarnya. [US]

No comments