Breaking News

Tim Medis Baguna DPP PDIP Sambangi Setiap Camp Pengungsi Gempa Lombok

Tim Medis Baguna DPP PDIP Memeriksa Kesehatan Korban Gempa Lombok di Tenda Pengungsian.


Mataram, Berita11.com— Ketua Tim Tanggap Darurat Baguna DPP PDIP, Dewi Kencana mengatakan hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP tetap memberikan layanan kesehatan secara berkala kepada masyarakat korban gempa baik di Lombok Utara, Lombok Barat maupun di Lombok Timur. Metode layanan kesehatan yang dilakukan oleh Baguna dengan cara jemput bola yakni mendatangi konsentrasi camp pengungsi, khususnya di titik medannya sulit terjangkau.

“Hal ini agar masyarakat korban gempa yang belum tersentuh tersebut bisa mudah dicek kondisi kesehatan maupun psikologinya oleh Tim Medis Baguna PDIP,” ungkap Dewi Kencana di kantor DPD PDIP, Senin (20/8/2018)

Dewi Kencana mengungkapkan, selain memberikan layanan kesehatan secara terpadu, Tim Baguna PDIP juga membuka dapur umum lagi yakni di wilayah Desa Pemenang. Dapur umum Baguna di Desa Pemenang dilengkapi tim medis yang dipimpin dr Bayu dari Baguna DPD PDIP Jawa Timur.

“Motto Baguna tertawa dan menangis bersama rakyat inilah yang menjadi spirit Baguna untuk tetap mendampingi korban gempa di mana dengan cara bergotong royong meringankan penderitaan antar sesama,” tukas Dewi Kencana yang didampingi tim dokter Baguna, dr Riyo Kristian Utomo, MH, Kes, CH, dr Edi Faizar dan dr Louis.

Sejumlah Anak juga Mengalami Masalah Kesehatan karena Terlalu Lama Hidup di Tenda Pengungsian.

Dewi Kencana menginformasikan bahwa dirinya selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Gempa di Lombok  akan melaporkan semua pekerjaan selama menangani korban gempa  kepada Ketua Baguna DPP PDIP yakni ibu Ciptaning termasuk need assessment yang perlu selanjutnya. “Nanti DPP PDIP akan melakukan evaluasi dan kajian dengan melihat perkembangan di lapangan tentunya,” ucapnya.

Menurut Dewi Kencana, bhakti sosial yang dilakukan PDIP ini semata-mata karena panggilan moral dan kemanusiaan dengan luasnya dampak kerusakan yang ditimbulkannya gempa tektonik di KLU.

“PDIP sebagai satu satunya Parpol yang memiliki Tim Tanggap Bencana langsung menerjunkan Baguna untuk menangani korban gempa sejak gempa pertama di Lombok Timur tanggal 29 Juli silam,” katanya.

Kondisi di Tenda Pengungsian Memprihatinkan, Penyakit Menular dan Psikologis

Secara terpisah Tim Dokter Baguna, dr Riyo Kristian Utomo menambahkan saat ini di tenda pengungsian rata-rata terjangkit ISPA, diare, asma/alergi, hipertensi/hipotensi. Kondisi ini dipicu oleh lingkungan maupun pola konsumsi selama di tenda pengungsian.

“Faktor cuaca dan daya tubuh juga berpengaruh terhadap ketahanan kesehatan para pengungsi,” ujar dokter muda yang juga salah satu putera dari Ketua Baguna PDIP,  Ciptaning.

Dokter spesialis Hipno Therapi ini menambahkan,  kondisi ketahanan tubuh masing-masing juga berbeda ketika hidup di dalam tenda pengungsian. Hal ini terkait dengan perbedaan daya imunitas pengungsi, termasuk faktor lain juga berpengaruh yakni psikologis,  pikiran, serta faktor lain yang bisa memicu munculnya gangguan kesehatan selama di pengungsian.

“Secara umum anak-anak dan Balita yang sangat rentan terserang penyakit jika hidup terlalu lama di pengungsian. Belum lagi kondisi sanitasi lingkungan pengungsi yang tidak higienis makin memicu timbulnya penyakit menular,” ungkapnya.

Tim Medis Baguna PDIP, lanjut dr Riyo Kristian Utomo sudah berupaya secara maksimal memberikan layanan medis ke puluhan titik pengungsi berpekan-pekan tanpa kenal lelah,  termasuk membantu evakuasi korban gempa.

Tim Medis Baguna PDIP juga Menemui Pengungsi di Posko yang Sulit Dijangkau.
“Tim Medis Baguna satu paket selain membantu pasien, trauma healing juga membagikan dropping ratusan nasi bungkus ke setiap titik pengungsi,” kata dr Riyo. 

Riyo Kristian Utomo mengatakan setiap tim medis Baguna PDIP yang ke lapangan tetap melapor terlebih dahulu kegiatannya di Puskesmas terdekat untuk berkoordinasi.

“Ini untuk mengantisipasi apabila ada pasien yang di lapangan dirujuk lebih lanjut penanganannya baik di Puskesmas atau RS lainnya,” tukasnya.

Ditambahkannya, sebagai kader ideologi PDIP,  bhakti sosial yang dilakukan Baguna tidak memiliki motif politik apapun selain faktor kemanusiaan dan persaudaraan semata. “Baguna PDIP akan tetap hadir memberikan bantuan kemanusiaan di manapun dan kapanpun bencana itu terjadi di wilayah NKRI sesuai arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri yakni menangis  tertawa bersama rakyat ,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara DPD PDIP NTB , Edi Sukmono memastikan Baguna tetap akan beroperasi di wilayah yang terdampak gempa meskipun tanggap darurat dari pemerintah berakhir. Hal ini terkait dengan masih adanya titik-titik pengungsi yang kurang maksimal mendapatkan bantuan kemanusiaan.

“Dapur umum Baguna di kantor DPD PDIP NTB hingga hari ini, Selasa (21/8/2018) tetap melakukan droping nasi bungkus rata-rata 2000 per hari, khusus untuk pengungsi di wilayah Lombok Barat ,” pungkasnya. [RD]



No comments