Breaking News

Banyak Lahan Masyarakat Digusur, Warga Dua Desa di Pekat Demo PT SMS Dompu

Aksi Masyarakat Dua Desa di Kecamatan Pekat di Depan Kantor Perusahaan Tebu, PT SMS. Foto RIS


Dompu, Berita11.com—Massa yang berasal dari  Desa Doropeti dan Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Pekat (APMP) berunjuk rasa di depan kantor PT Sukses  Mantap Sejahtera (SMS) Desa Doropeti, Rabu (12/9/2018) pagi.

Massa  meminta  kebun rakyat yang digusur paksa oleh PT SMS  kurang lebih 250 hektar dikembalikan kepada rakyat. Selain itu,  mengganti segala kerugian atas tanaman, pondok, pagar yang digusur paksa di atas kebun rakyat.

Bukan hanya itu, massa  juga menuntut penggantian nilai kerugian dan meminta perusahaan tersebut segera memasang kembali pipa air minum 8 kilometer yang digusur paksa  PT SMS.

Koordinator massa, Mastam juga mendesak  PT SMS mengembalikan tanah kuburan rakyat seluas kurang lebih 5 hektar  sudah digusur.  Tuntutan lain mendesak perusahaan mengganti kerugian dan membayar tanah rakyat yang digunakan untuk membuat jalan raya pabrik perusahaan.

Kehadiran pabrik sama sekali tidak berpihak ke masyarakat dan kami meminta kepada aparat agar  menetapkan sebagai tersangka  GM Platation sekaligus yang bertanggung jawab atas permasalahan semua yang ada,” desaknya.

Penuturan senada disampaikan salah satu orator, Amin Rais. Menurutnya hadirnya perusahaan ibarat “penjajah gaya baru karena tidak berpihak ke masyarakat.

Kami berhak atas hak yang kami miliki dan wajib hukumnya dilawan apabila perusahan maupun pemerintah mengambil secara paksa yang menjadi hak masyarakat, ujar Amin Rais dalam orasinya.

Orasi dilanjutkan Adam Malik, dia menegaskan apabila pihak PT SMS tidak merespon tuntutan massa maka pihaknya akan memblokade jalan raya.

Sebelum ada solusi atau tidak diindahkan apa yang menjadi tuntutan kami, maka kami tidak akan bergeser dari tempat ini. Bahkan kami akan melakukan aksi tutup jalan,” ancamnya.

Setelah orasi berlangsung belasan menit, perwakilan massa  di antaranya Mastam, SH, Sadam, Aminrais, Tamrin, Adam Malik Ustadz Ahmad, Manip dan Jaedun berdialog dengan perwakilan perusahaan seperti Kepala Bagian, Direksi Pusat, Helman dan Humas PT SMS, H Masnil di depan ruang kerja perusahaan.

Dalam dialognya Helman mengatakan bahwa PT SMS masuk ke wilayah Kabupaten Dompu Kecamatan Pekat atas petunjuk atau tawaran dan ajakan Bupati Dompu H Bambang M. Yasin

Pada tahun 2013 lalu yang sebelumnya area HGU tersebut adalah HGU PT Bali Anakardia dan Tok Over dengan perusahaan kami PT SMS dengan luas 5.600 Hektar dan kami tidak bermaksud mengambil atau menggusur lahan milik masyarakat, jelas Helman.

Namun hal tesebut dibantah Mastam. Dia menuding bahwa fakta  di lapangan justru pihak PT SMS menggusur lahan milik warga sehingga menyalahi  hasil keputusan bersama antara PT SMS, pemerintah daerah dengan masyarakat.

Menurutnya, tanah yang sudah dikuasai masyarakat tidak boleh diganggu sebelum ada lahan pengganti. Perusahaan PT SMS dipersilahkan melakukan penggusuran di area yang kosong.

Kenyataan di lapangan saat ini PT SMS melanggar kesepakatan tersebut. Jadi menurut saya saudara Hilman memberikan tanggapan terlalu bertele-tele, kata Mastam.
Hasil dialog membuahkan hasil kesepakatan bersama pihak perusahaan akan memenuhi sesuai tuntutan massa aksi.

Kebun jambu mente yang sudah dirobohkan akan diganti dengan cara membayar dan tanahnya dikembalikan ke masyarakat. Stop semua kegiatan sebelum ada lahan pengganti. Setelah ada lahan pengganti masyarakat siap keluar dari area lahan HGU tersebut. Pipa yang rusak sepanjang 8 kilometer akan dibantu perbaikan oleh perusahaan. Tanah kuburan dikembalikan ke masyarakat, ujar Helman. [RIS]

No comments