Breaking News

Belajar dari Bencana Lombok, Pemerintah dan Masyarakat Diharapkan Mendukung Dakwah

Sejumlah Korban Gempa Lombok Dievakuasi. Ilustrasi.


Kota Bima, Berita11.com— Forum Umat Islam (FUI) Bima menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah agar mendukung dakwah secara masif yang dilakukan para da’i. Hal tersebut agar dapat membentuk karakter islami para generasi sehingga menghindari perbuatan menyimpang dan pada akhirnya diharapkan menjauhkan azab Allah SWT.

Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur mengatakan, tragedi bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok bisa menjadi pembelajaran bersama pemerintah, aparat dan seluruh lapisan masyarakat.

“Bahkan gempa itu masih kita rasakan sampai sekarang dan itu tidak terjadi begitu saja pasti ada penyebabnya yaitu kelakuan manusia termasuk perbuatan umat Islam yang menyimpang dari syariat Allah. Oleh sebab itu kami imbau umat Islam agar segera kembali kepada Allah dengan melakukan semua yang diperintahkannya dan menjauhi segala yang dilarangnya,” ujar Ustadz Asikin saat dihubungi Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Kamis (20/9/2018).

Dikatakannya, dengan melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan yang diriwayatkan Rasulullah maka akan diganti dengan keberkahan, kedamaian dan kesejahteraan.

“Termasuk juga kasus terakhir yang terjadi di Bima yaitu kasus penistaan agama. Kami imbau kepada semua kaum muslimin agar tidak bermain-main dengan Allah, dengan ayat-ayatnya dan dengan Rasul-Nya karena ancamannya sangat berat yaitu ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala akan azab seperti yang terjadi kemarin di Medsos sangat viral dan sempat menghebohkan kaum muslimin di Bima sangat meresahkan,” ujarnya.

Dikatakannya, perilaku umat akan baik apabila ada dakwah yang terus menerus. Karena itu FUI meminta dan mengimbau kepada pemerintah dan aparat agar membuka dan mendukung dakwah yang masif di Bima. Sebab manusia hanya bisa diluruskan hatinya dengan dakwah yang baik. Namun jika  dakwah dihalangi atau diganggu maka akan melahirkan perilaku manusia seperti sekarang ini melenceng dari kemanusian.

“Jadi sekali lagi sebagai Ketua Forum Umat Islam, kami mengimbau kepada seluruh kaum muslimin terutama khsususnya kaum muslimin yang ada di Kota Bima dan Kabupaten Bima agar tidak bermain-main dengan Allah, dengan ayat-ayat Allah, syariat yang diturunkan Allah dan Rasulullah karena tidak lain hal itu akan menyebabkan kemarahan dan hukuman dari Allah SWT,” kata Ustadz Asikin mengingatkan.

Di luar masalah tersebut, FUI Bima terus berupayya melaksanakan dakwah kepada umat Islam melalui program gerakan shalat subuh berjemaah (SSB). FUI Bima juga sudah mendapatkan sinyal dari Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Kesra Setda Kota Bima akan mendukung program tersebut.

“Jadi adalah program rutin kami dan tahun 2018 karena terlambat belum bisa mendapatkan dukungan materil dan dijanjikan tahun 2019 akan didukung dan kami berharap itu direalisasikan karena dakwah ini harus didukung semua pihak, masyarakat yang bisa menerima dakwah kemudian pemerintah, aparat yang mendukung baik secara moril maupun materil,” katanya.

Secara terpisah sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bima, Drs H A Wakhid menyatakan pihaknya mendukung program gerakan shalat subuh berjemaah yang dilaksanakan oleh FUI Bima.

Meskipun pada tahun 2018 pemerintah belum mampu mendukung secara ril melalui suntikan dana, namun pihaknya sangat mengapresiasi program Gerakan Shalat Subuh Berjemaah karena dapat memperbaiki karakter atau ahlaq masyarakat Kota Bima pada umumnya. 

“Program sangat bagus walaupun tahun ini kami belum dapat mendukung dengan dana. Tapi tahun 2019 kami (Pemkot Bima) coba mendukung,” ujarnya. [N/ US]

No comments