Breaking News

Desak Atensi Nilai Tukar Rupiah Lemah, Unjuk Rasa HMI Cabang Bima Ricuh

Aparat yang Mengawal Unjuk Rasa Tersulut Emosi saat Massa Hendak Merangsek ke Kantor Bupati Bima. AD

Bima, Berita11.com—  Unjuk rasa massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima di depan kantor Bupati Bima mendesak atensi langkah strategis pemerintah mengatasi masalah nilai tukar yang masih anjlok, berakhir ricuh, Rabu (12/9/2018) siang. Massa terlibat ketegangan dengan aparat kepolisian dan petugas Satuan Pol PP yang menjaga kantor Pemkab Bima.

Massa yang terdiri dari gabungan HMI Komisariat sejumlah kampus di Bima awalnya memulai aksi dengan melaksanakan konvoi dan orasi setelah star dari Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kabupaten Bima. Setelah tiba di wilayah Kabupaten Bima, massa kemudian berorasi di depan kampus STKIP Taman Siswa Bima.

Tak berlangsung lama, massa kemudian bergerak menuju kantor baru Bupati Bima di Godo Dadibou Kecamatan Woha.

Dalam orasinya, koordinator massa, Sukrin mendesak pemerintah pusat segera mengambil sejumlah langkah-langkah strategis menyikapi nilai tukar rupiah yang masih anjlok. Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus bergerak melemah hingga pada level Rp14.816 per US$. Level itu terlemah sejak tahun 1998.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap USD sekitar 8,93 persen sejak awal tahun 2018. Sementara itu pemerintah Amerika Serika menaikkan suku bunga dan pertarungan pasar ekonomi antara China dan AS.

Menurutnya, anjloknya nilai tukar rupiah akan berakibat terhadap naiknya harga kebutuhan pokok  berbagai wilayah di tanah air yang menjadi tak terbendung. Terlebih lagi bahan baku impor negara yang menggunakan dolar sebagai nilai tukar akan naik, berimbas inflasi terhadap negara.

Pemerintah  harus memberikan jaminan tidak ada kenaikkan harga sembilan bahan pokok dan tidak mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak serta mencopot menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution,” desaknya.

Ditegaskannya bahwa aksi HMI tidak ditunggangi politik. Namun murni bentuk kepedulian organisasi mahasiswa terhadap karuk marut kondisi ekonomi bangsa saat ini.

“Selaku generasi Bima kita ingin berdiskusi dan membangun kemitraan dengan bupati namun tidak mmberikan ruang menemui generasinya,” teriaknya.

Orasi kemudian dilanjutkan oleh Ketua KOHATI Bima, Karni yang mendesak Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla segera memerhatikan masalah nilai tukar rupiah yang masih lemah terhadap dolar AS.

Setelah itu, secara bergantian perwakilan HMI komisariat setiap kampus di Bima berorasi menyampaikan desakan yang sama.

Orasi Massa HMI Cabang Bima di Depan Kantor Baru Bupati Bima, Rabu (12/9/2018). AD.

Sekira pukul 11.00 Wita,  massa HMI Cabang Bima ditemui Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Bima H Sumarsono dan Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Bima Iwan Setiawan SE. Di hadapan massa, Iwan mengisyaratkan akan menyampaikan segala tuntutan mahasiswa kepada Bupati Bima dan meneruskan ke pemerintah pusat. Namun jawaban pejabat tersebut tak memuaskan massa. Beberapa menit kemudian massa  terlibat aksi dorong dengan aparat yang berjaga di depan gerbang masuk kantor baru Bupati Bima.

Saat terlibat ketegangan dengan mahasiswa, aparat terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan. Beberapa aparat yang mengawal aksi bahkan tersulut emosi. Namun ketegangan reda setelah beberapa aparat kepolisian lain mencoba menenangkan temannya.

Sekira pukul 11.34 Wita, koordinator massa, Sukrin melanjutkan orasi mengritisi karuk marut kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Tak berselang lama, Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan M Noer M.Pd kemudian menemui massa HMI. Dahlan menyampaikan alasan mengapa Bupati Bima tak dapat menemui massa karena sedang memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

“Ke depan kami akan membangun komunikasi yang baik  bersama adek-adek mahasiswa demi pembangunan,” kata Dahlan di hadapan massa.

Dahlan mengisyaratkan seluruh masalah yang dihadapi masyarakat Bima dan segala yang menjadi tuntutan massa akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

Puas mendengar penjelasan Wakil Bupati Bima, massa HMI kemudian membubarkan diri secara tertib. [AD]

No comments