Breaking News

Dosen STKIP Taman Siswa Bima Diundang Bimtek Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, ini Output yang Diharapkan Kemenristekdikti

Direktur Karir dan Komptensi SDM Kemenristekdikti, Prof Dr Bunyamin Maftuh Membuka Bimtek. Foto Ist


Bima, Berita11.com—  Setelah melalui seleksi ketat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima kembali menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan tinggi khususnya di NTB karena diberi kepercayaan mengutus salah satu dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) bagi dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Bimtek tersebut berlangsung 24-27 September 2018 di Hotel 101 Yogyakarta. STKIP Taman Siswa Bima menjadi salah satu dari enam puluh kampus seluruh Indonesia yang diberi kesempatan mengikuti Bimtek yang diselenggarakan Direktorat Karir dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemeristekdikti. Adapun dosen yang diutus mengikuti Bimtek tersebut Ady Irawan, S.H.,M.H.

Bimtek dilaksanakan Kemenristekdikti dilatarbelakangi  fenomena masyarakat saat ini, khususnya generasi milenial yang semakin jauh dari pemahaman kebangsaan khususnya Pancasila. Disisi

Pertimbangan lain  semakin maraknya di tengah masyarakat paham-paham radikal yang sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Melalui Bimtek itu, diharapkan menjadikan dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan lebih kreatif dalam meramu dan mengajarkan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan metode yang tidak monoton yang cenderung membosankan bagi mahasiswa, sehingga bermuara pada mahasiswa didikan yang cinta tanah air.

Hal itu karena selama ini matakuliah Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang membosankan tanpa ada terobosan baru dari dosen dalam pengajarannya.
Kegiatan Bimtek dibuka  Prof Dr Bunyamin Maftuh selaku Direktur Karir dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya, Bunyamin Maftuh menekankan betapa strategisnya peran dosen Pancasila dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda.

Menurutnya, dosen Pancasila tidak hanya menjadikan mahasiswa pintar secara intelektual melainkan juga cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia. Selain itu, juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya.
Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi perguruan tinggi tidak mengajarkan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di lingkup kampusnya, apalagi dengan tantangan Revolusi Industri 4.0 sekarang ini.

Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan STKIP Taman Siswa Bima, Ady Irawan SH MH.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut terdiri dari beberapa materi pelatihan, yaitu  kebijakan tentang perkuliahan MKWU Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, Pancasila sebagai sistem filsafat, Pancasila sebagai ideologi, geopolitik dan geostrategi Indonesia, Pancasila dan radikalisme, bela negara dan pengabdian profesi, kebijakan publik dan partisipasi kewarganegaraan, model pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai General Education berbasis Project Citizens.

Para peserta Bimtek diberi tugas berdiskusi dalam merumuskan konsep dasar pembelajaran dan pengajaran Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Sebelum penutupan bimtek, para peserta mengunjungi Pusat Studi Pancasila UGM.

Sejumlah narasumber  Bimtek dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yaitu Prof Dr Mukhtasar, PhD Of Arts (dosen UGM), Dr Arqom Kuswanjono (UGM), Dr. Rr Siti Murtiningsih (UGM), Dr Hadirin Suryanegara, M.A.P (Sesdirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti), Dr. Encep Syarief Nurdin, M. Pd., M.Si (Universitas Pendidikan Indonesia), Prof. Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni (Universitas Sebelas Maret), dan Prof. Dr Dasim Budimansyah, M.Si (Universitas Pendidikan Indonesia).

Kegiatan diharapkan tidak berhenti pada Bimtek. Pihak Kemenristekdikti dalam acara penutupan menyampaikan agar para peserta mentransfer ilmunya kepada dosen-dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di lingkup kampus masing-masing yang belum berkesempatan hadir.  [AN]

No comments