Breaking News

FPR Desak Pemkab Dompu dan DPRD Sejahterahkan Petani

Unjuk Rasa FPR Mendesak Pemerintah dan Legislatif Memerhatikan Nasib Petani. Foto RIS.


Dompu, Berita11.com— Massa Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kabupaten Dompu menggelar aksi memperingati hari tani nasional di sekretariat DPRD Kabupaten Dompu dan kantor Pemerintah Kabupaten Dompu, Senin (24/9/2018). Massa mendesak pemerintah dan legislatif menyejahterahkan petani.

Sejumlah tuntutan massa di antaranya meminta pemerintah dan  DPRD Kabupaten Dompu pupuk non-subsidi dan memperbanyak  pupuk bersubsidi. Selain itu meminta agar pemerintah menurunkan harga bibit jagung, pestisida.

Dalam aksinya Fron Perjuangan Rakyat Kabupaten Dompu juga meminta pemerintah dan DPRD berjuang menaikkan  harga jagung dari Rp3250 menjadi Rp5000 per kilogram. Demikian juga  harga bawang merah. Tuntutan lain meminta pemerintah dan legislatif  perusahaan perkebunan PT SMS karena dinilai  merampas tanah rakyat.

“Kabupaten Dompu merupakan daerah penghasilan jagung terbaik di indonesia, kenapa masih terjadi kelangkaan pupuk, kenapa harga pupuk mahal dan kenapa terjadi perampasan tanah dilakukan perusahaan artinya Dewan Perwakilan Rakyat harus mampu mengawal, manutup dan mendorong pemerintah daerah agar segera meninjau kembali apa yang menjadi aspirasi rakyat,” teriak Koordinator massa, Ilham Apriliwijaya saat berorasi.

Menurutnya, para petani sudah ditipu oleh pemerintah dan DPRD. Karena seolah tutup mata dengan apa yang menjadi keluhan para petani.

“DPR harus memanggil pihak pertanian agar melakukan pengawasan kembali terutama terjadi penyelundupan pupuk di berbagai pihak, dari distributor 1, distributor 2 bahkan sampai pada pengecer, ini tertipu. Bahwa pemerintah daerah tidak pro terhadap kelas tani, tidak pro terhadap kepentingan rakyat, ketika di beberapa desa terjadi variasi harga pupuk, di mana peranan DPR selaku perancang undang-undang,” sorotnya.

Hingga puluhan menit massa FPR menggelar orasi, tak ada satupun anggota DPRD Kabupaten Dompu yang menemui massa. Beberapa menit kemudian massa bergeser dan melanjutkan aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Dompu.

Massa FPR menyampaikan tuntutan yang sama seperti yang disampaikan di depan Sekretariat DPRD Kabupaten Dompu. massa meminta perhatian pemerintah daerah terhadap permsalahan yang dihadapi petani di Dompu. Namun hingga satu jam orasi, Bupati Dompu tidak menemui massa.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu,  Ardiansyah, SE yang menemui massa  di  gerbang kantor Pemkab berjanji akan menyampaikan aspirasi massa kepada Bupati Dompu.

“Apa yang menjadi tuntutannya FPR terutama kaitannya dengan bibit, pupuk bersubsidi, harga jagung, bawang merah, kaitan dengan PKL, Bulog, Prusda yang minta difungsikan untuk menjaga produksi yang lebih baik, hentikan desinasi petani, jalankan reformasi agraria, usir PT SMS dan lain sebagainya akan saya sampaikan pada pimpinan,” isyaratnya.

Puas mendengar komitmen perwakilan pemerintah tersebut, massa kemudian membubarkan diri. [RIS]

No comments