Breaking News

Kecam Kekerasan Terhadap Kader HMI di Bima, Herdiawan: Polisi harus Ingat Perkap Nomor 16 Tahun 2006

Ketua Umum HMI Cabang Dompu, Herdiawan. 



Dompu, Berita11.com— Ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, Herdiawan menyayangkan peristiwa kekerasan yang dialami sejumlah kader HMI akibat berbenturan dengan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan kantor baru Bupati Bima awal pekan lalu.

“Apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman aparat kepolisian itu sudah jelas tindakan inkonstitusional,” ujar Herdiawan kepada Berita11.com di sekretariat HMI Cabang Dompu, Jumat (14/9/2018) malam.

Menurut Herdiawan, anggota kapolisian perlu belajar dengan baik tentang Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengendalian Peserta Aksi Unjuk Raya.

“Dalam peraturan tersebut, tidak ada satupun perintah untuk pihak kepolisian melakukan tindakan preman atau tindakan represif terhadap demonstran,” katanya.

“Seharusnya pihak kepolisian melakukan diplomasi dengan baik pada pihak-pihak yang berkaitan dengan objek tuntutan mahasiswa,” sambungnya.

Dikatakan dia, kalau pihak kepolisian tidak paham dengan peraturan tersebut, pihaknya yakin polisi akan selalu berbenturan dengan mahasiswa yang berujung pada kericuhan.

“Bila perlu aparat kepolisian harus ada pendidikan khusus tentang pengendalian massa demonstran sesuai konstitusi negara,” sarannya.

Sebelumnya peristiwa kekerasan dialami empat kader HMI Cabang Bima yang melaksanakan unjuk raya menuntut Menteri Keuangan dicopot  karena sebagai pihak yang bertanggungjawab atas lemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar. Pihaknya akan melakukan konsolidasi masif menyikapi masalah tersebut.

“Kami akan konsolidasi dulu dengan masif baru kami akan nenindaklanjuti,” isyaratnya. [RIS]

No comments