Breaking News

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, 1.165 Peserta Kemah Besar Pramuka di Sanggar Tanda Tangan NKRI Harga Mati

Peserta Kemah dan Pejabat Menandatangani Pernyataan di Atas Sapnduk 20 Meter Memeringati Hari Kesaktian Pancasila.


Bima, Berita11.com Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bima mengadakan apel besar peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 di Desa Piong Kecamatan Sanggar bersamaan dengan Kemah besar Hari Pramuka ke-57. Pada momentum ini 1.165 peserta perkemahan dan sejumlah pejabat menandatangani pernyataan di atas spanduk 20 meter Aku jadi Pandumum, Pramuka Perekat NKRI, NKRI Harga Mati.

Inspektur upacara M. Yacub, S.Pd meminta seluruh peserta dan masyarakat memaknai Hari Kesaktian Pancasila dengan menumbuhkan perilaku dan karakter pancasilais.

“Adik -adik ku Pramuka, hargailah Pancasila, Pancasila adalah pemersatu bangsa sama seperti makna HUT Pamuka yang ke-57, Pramuka Perekat NKRI,” jelas Yacub dihadapan 1.165 peserta Perkemahan.

Lebih lanjut Yacub mengatakan Pancasila merupakan dasar ideologi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dijadikan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sebagai falsafah dalam kehidupan bangsa Indonesia,” jelas Yacub.

Sementara itu, Ketua Panitia Perkemahan Besar Pramuka, Arief Rachman mengatakan kemah diadakan 28 September– 2 Oktober mengusung tema, Pramuka Aku Jadi Pandumu, Pramuka Perekat NKRI, NKRI Harga mati.

“inilah tema besar yang diusung dalam perkemahan, meski hanya empat hari, semoga akan melekat di hati adik-adik Pramuka bahwa NKRI adalah harga mati,” jelas Arief.
Arief menginginkan selama perkemahan peserta bisa belajar berdisiplin, senantiasa menghargai dan menghormati teman teman dari Gudep, tidak membeda–bedakan dalam berinteraksi di perkemahan.

“Nah, bagaimana menyelesaikan permasalah dengan cara bermusyawarah, bukan saling menyalahkan atau sebaliknya saling menghujat,” jelas Arief.


Arief mengungkapkan, pihaknya  bangga dan berterima kasih kepada Bupati Bima yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Bima, Komandan Kodim 1608/ Bima, Pimpinan SAR Perwakilan Mataram, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bima dan terutama 1.165 peserta perkemahan yang telah ikut menandatangani pernyataan Aku Jadi Pandumu, Pramuka Perekat NKRI, NKRI Harga Mati di spanduk sepanjang 20 meter.

“Semoga ini awal yang baik dari Desa Piong untuk Indonesia, Kami Pramuka Indonesia pekikkan, Aku Jadi Pandu Mu, Pramuka Perekat NKRI, NKRI Harga Mati,” tutup Arief. [AN]

No comments