Breaking News

Sejak Hari Pertama Kampanye, belum Satupun Parpol yang Serahkan Desain APK

Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019. Foto Indeksberita.


Kota Bima, Berita11.com— Enam hari pasca kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019 dimulai hingga kini belum ada satupun partai politik (Parpol) yang menyerahkan desain alat peraga kampanye (APK) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima.

Sesuai regulasi, KPU menfasilitasi pencetakan alat peraga kampanye peserta Pemilu 2018 yang ukuran, bentuk dan konten desainnya mengikuti peraturan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Hal tersebut diakui Ketua KPU Kota Bima, Bukhari, S.Sos. Menurutnya, tak masalah jika peserta Pemilu 2019 tidak ingin menyerahkan desain APK kepada KPU, sehingga penyelenggara Pemilu tidak perlu mencetak alat kampanye peserta Pemilu.

“Sebenarnya kita minta dari tanggal  23 September 2018 kemarin seharusnya sudah dicetak sehingga bisa dipasang. Tapi memang tidak ada  Parpol yang mau menyerahkan. Tidak masalah kalau tidak mau menyerahkan sehingga tidak ada APK yang kita cetak,” ujarnya di Sekretariat KPU Kota Bima, Jumat (28/9/2018).

Dijelaskan Bukhari, batas penyerahan APK tidak ditetapkan dalam regulasi. Akan tetapi jika diserahkan oleh peserta Pemilu sesuai jadwal dan tahapan kampanye akan lebih baik. Menyusul hal tersebut pihaknya mengagendakan rapat koordinasi dengan Parpol peserta Pemilu 2018 membahas teknis tentang lokasi kampanye rapat umum, lokasi pemasangan APK, bagaimana model desain dan konten APK.

Sementara itu untuk zona pemasangan APK di wilayah Kota Bima telah ditentukan oleh KPU berdasarkan surat ijin dari Pemerintah Kota Bima berkaitan lokasi pemasangan. Terdapat 20 lokasi pemasangan baliho, 32 lokasi pemasangan spanduk dan tambahan lokasi pemasangan alat peraga kampanye yang disiapkan sendiri oleh Parpol di setiap kelurahan sehingga total 38 kelurahan.

 “Untuk baliho dan spanduk yang difasilitasi oleh KPU sudah kita koordinasikan dengan pemerintah. Tempat atau lokasi  tersebut sudah kita terima ijinnya dari Pemkot Bima dan sudah kita tetapkan dalam putusan KPU,” ujarnya. [US]

No comments