Breaking News

Sekda Kabupaten Dompu Tegaskan S Dapat Dipecat jika Terbukti Langgar Kode Etik

Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu,  H Agus Bukhari SH, M.Si. Foto RIS

Dompu, Berita11.com— Sesuai regulasi atau Peraturan Pemerintah berkaitan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki sejumlah kode etik. Di antaranya menjaga citra dan perilaku sebagai aparatur sipil negara. Hal tersebut juga berlaku dalam kasus dugaan amoral yang melibatkan S, oknum pegawai di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu.

“Pegawai itu kalau melakukan keselahan direkomendasikan Inspektorat lalu dijatuhi hukuman sanksi ringan, sedang dan berat bahkan bisa dipecat,” ujar Sekertaris Daerah Kabupaten Dompu H Agus Bukhari SH, M.Si pada Berita11.com di ruang kerjanya, Kamis (20/9/2018) siang.

Agus mengaku belum membaca Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berkaitan kasus S, ASN BPKAD Kabupaten Dompu.

“Saya belum pernah membaca isi LHP-nya hasil-hasilnya seperti apa. Kalau teknis-teknisnya itu Badan Kepegawaian Daerah  yang simpan berkasnya,” ujar Agus.
Dikatakannya, apabila oknum ASN itu,  terbukti melakukan perbuatan yang melanggar kode etik, maka S dapat dipecat tanpa terhormat.

“Pegawai itu adalah sosok yang jadi tauladan kalau dia melakukan tindakan-tindakan seperti itu pasti dikenakan sanksi administratif dengan tingkat hukuman disiplin berat.  Kalau dia pejabat maka dibebaskan dari jabatannya bahkan sampai diberhentikan tidak terhormat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Dompu, H Soehartomo, S.KM, MPPM, membenarkan LHP oknum ASN itu sudah diserahkan ke BKD pada tahun 2017 lalu.

“Hasil LHP S kami sudah serahkan pada BKD tahun 2017 kemarin, kemudian pihak BKD yang melakukan eksekusinya,” jelas Soehartomo kepada Berita11.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/9/2018) siang. [RIS]



No comments