Breaking News

Sempat “Puasa” Cetak E-KTP karena Ribon, Disdukcapil Kota Bima Batasi Permohonan Pencetakan

Mobil Perekaman Keliling KTP Elektronik DIsdukcapil Kota Bima. Foto US.


Kota Bima, Berita11.com— Hingga kini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bima masih membatasi pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik karena kendala pita ribon yang terbatas. Beberapa pekan lalu, dinas setempat sempat “puasa” mencetak E-KTP karena tidak memiliki stok ribon.

Kepala Disdukcapil Kota Bima, Hj Mariamah SH mengatakan, pasca “puasa” mencetak E-KTP karena kendala ribon, dinas setempat mengajukan peminjaman pita ribo kepada Pemerintah Lombok Timur.

“Kemarin sudah kami pinjam di Lombok Timur yang terpakai 15 biji dan tersisa  15 biji ribon, ini terbatas sehingga kita selektif dalam mencetak (dokumen kependudukan),” ujarnya kepada Berita11.com di Disdukcapil Kota Bima, Jumat (28/9/2018).

Mariamah menjelaskan, penyebab habisnya stok ribon lebih awal sebelum akhir tahun disebabkan tingginya permintaan pencetakan E-KTP dan sejumlah dokumen kependudukan lain. Sebagian besar masyarakat Kota Bima meminta pencetakan baru karena KTP lama rusak pasca dan hilang pasca diterjang banjir bandang beberapa tahun silam.

Sebelumnya sesuai perencanaan Disdukcapil Kota Bima stok ribon untuk tahun 2018 mestinya mencukupi kebutuhan selama satu tahun. Namun karena terjadi peningkatan permintaan pencetakan E-KTP sehingga menyebabkan pita ribon habis lebih awal.

Di luar dugaan dan perencanaan Disdukcapil Kota Bima, hingga pertengahan taun 2018 permintaan pencetakan E-KTP mencapai 20.000. Padahal selama tahun 2017 lalu pencetakan E-KTP hanya mencapai 15.000. 

“Hal seperti ini memang sering terjadi. Saat Disdukcapil Kabupaten Bima kehabisan ribon biasanya juga meminjam kepada kami,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk tambahan pembelian pita ribon dalam APBD Perubahan Kota Bima. rencananya anggaran itu akan digunakan untuk mengganti pita ribon yang dipinjam pada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. [US]

No comments