Breaking News

Sendirian Besarkan Anak di Luar Nikah, Nurhayati Ungkap Perbuatan Oknum ASN di Dompu

Nurhayati dan Anaknya. Foto RIS

Dompu, Berita11.com—  Setelah empat tahun menanggung dan membesarkan sendiri anaknya dari hasil hubungan di luar nikah, Nurhayati (42 tahun), warga Dusun Ntori Desa Dorebara Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu mengungkapkan perbuatan S, oknum ASN salah satu OPD di Kabupaten Dompu yang telah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab.

Awalnya, Nurhayati sudah puluhan tahun menjadi anak angkat S. Bahkan ia memiliki hubungan kekerabatan dengan istri S. Namun belakangan dijadikan pemuas nafsu oknum ASN tersebut.

“Saat itu dia sedang kos di samping Polsek Kota (Kabupaten Dompu), saya telpon dulu baru saya datangi tempatnya. Kemudian saya kasi tahu bahwa saya sudah telat datang bulan. Lalu dia menjawab saya akan bertanggungjawab tapi setelah saya selesaikan (cerai) dengan kakak mu,” cerita Nurhayati saat ditemui di kediamannya di Dompu, Selasa 
(4/9/2018).

Beberapa bulan kemudian Nurhayati mendengar kabar bahwa S menikah dengan perempuan lain setelah menceraikan istrinya Dae E (bukan nama asli). Saat itu hatinya sangat terpukul karena kandungannnya semakin membesar. Ia pun tak berani mengungkapkan hal itu kepada keluarganya.

“Saya tidak berani menceritakan sama keluarga saya sampai dia pun sudah menikah. Karena perut saya mulai kelihatan baru keluarga saya mengetahuinya. Kemudian saudara saaya langsung mendatangi rumah kepala BPKAD bersama saya dan akhirnya dia menolak tidak mau menikah,” ujarnya.

Lurah Karijawa, Sujono, S.Sos mengakui tahun 2013 silam pernah menangani kasus tersebut. Saat dipanggil di kantor kelurahan untuk diklarifikasi, S merasa heran. Meskipun tidak menampik perbuatannya menggauli  Nurhayati  hingga hamil. “Kok secepat itu Pak Lurah,” kata S ketika awalnya mengelak klarifikasi pihak kelurahan.

Setelah klarifikasi dan proses fasilitasi oleh pihak Pemerintah Kelurahan Karijawa, S mengakui perbuatannya dan sepakat dibuatkan surat pernyataan siap menikah.

“Saat itu saya membuat surat pernyataan yang dikupas dari pengakuan S,” ungkap Lurah Karijawa, Sujono.

Hingga kini S masih diupayakan pendekatan untuk dikonfirmasi.

Sesuai regulasi atau Peraturan Pemerintah berkaitan, ASN memiliki sejumlah kode etik. Di antaranya menjaga citra dan perilaku sebagai ASN. Namun kasus tersebut belum diadukan Nurhayati kepada BKD. [RIS]


==========================================
Catatan: Berita ini telah mengalami perubahan konten


No comments