Breaking News

Surat Bawaslu Kurang Sakti, masih Banyak Baliho Caleg Terpampang di Jalan

Salah Satu Atribut Calon Anggota Legislatif yang Memuat Nama, Nomor Urut dan Logo Parpol di Kabupaten Bima. US.


Bima, Berita11.com— Sudah sepekan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh partai politik (Parpol) yang meminta seluruh bakal calon legislatif agar menurunkan sendiri atribut seperti baliho. Namun hingga  Minggu (9/9/2018) alat kampanye para calon tersebut masih menghias sejumlah lokasi strategis termasuk jalan negara.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Bima mengeluarkan surat imbuan nomor 003/BWS-KAB/IX/2018 tentang larangan kampanye di luar jadwal kepada seluruh Parpol yang berisi dasar hukum dan tiga poin permintaan kepada Parpol. Salah satu poinnya, akan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan jika imbauan tersebut tak lantas ditindaklanjuti. Namun hingga sepekan surat tersebut dikeluarkan sejak 3 September 2018, belum ada operasi penertiban yang dilakukan Bawaslu dan aparat berkaitan.

Pantauan Berita11.com, hingga Minggu (9/9/2018), baliho yang memuat nomor urut Bacaleg, jargon dan lambang Parpol masih termpampang di sejumlah ruas jalan raya dan lokasi strategis seperti sekitar alat vital negara di depan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, sekitar kantor baru Pemkab Bima di Godo Dadibou, persimpangan jalan negara Lintas Sumbawa dan jalan lintas provinsi di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima serta di sekitar persimpangan jalan di Desa Donggobolo Kecamatan Woha. Bahkan beberapa poster yang memuat kampanye Bacaleg dipaku di pohon yang berada di samping kiri dan kanan ruas jalan negara.

Anggota Bawaslu Kabupaten Bima, Junaidin S.Pd menjelaskan, pasca mengeluarkan surat imbauan, Bawaslu bersama aparat berkaitan akan menertibkan seluruh atribut Bacaleg yang melaksanakan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tentang Jadwal dan Tahapan Pemilu 2019.

Surat Imbauan Bawaslu Kabupaten Bima. Kolase Berita11.com
“Kami memberikan kesempatan kepada Parpol dan para calon peserta Pemilu 2019 agar menurunkan sendiri baliho maupun alat peraga. Karena sesuai peraturan tidak diperkenankan kampanye di luar jadwal yang memuat nomor urut maupun lambang Parpol. Kampanye di luar jadwal dibatasi,” ujar Junaidin ketika dihubungi belum lama ini.

Diisyaratkannya, jika pada 5 September 2019 pasca Bawaslu Kabupaten Bima mengeluarkan surat imbauan masih ditemukan alat kampanye yang memuat nama, nomor urut dan lambang Parpol peserta Pemilu 2019 di luar jadwal yang telah ditetapkan, maka pihaknya akan menindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Akan kita ambil sikap tegas. Namun untuk tahap awal kami mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu agar menaati ketentuan. Diharapkan menurunkan sendiri alat kampanye,” ujarnya.

Selain itu, pria tambun ini mengisyaratkan Bawaslu akan menyurati seluruh media massa di Bima untuk tidak memuat iklan Bacaleg di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU. “Kami akan menyurati teman-teman media,” ujarnya. 

Secara terpisah, sejumlah Bacaleg di Kabupaten Bima yang sudah terlanjur menurunkan alat kampanye seperti baligo dan spanduk mengisyaratkan akan kembali memasang alat kampanye di sekitar ruas jalan jika Bawaslu tak kunjung menertibkan atribut kampanye peserta Pemilu 2019.

Tak hanya di wilayah Kabupaten Bima, atribut atau alat peraga yang berisi materi kampanye para Bacaleg juga masih terpampan di sejumlah lokasi di Kota Bima seperti sepanjang jalan di Ama Hami dan sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.  [US]

No comments