Breaking News

Zailany: Pesakitan di bawah Umur Wajib Dapat Hak Pendidikan

Sekretaris LPA Kabupaten Dompu, M Zailany SE. 


Dompu, Berita11.com— Setiap anak di bawah umur khususnya kategori pelajar yang sedang dalam proses peradilan pidana, baik sebagai korban, pelaku maupun saksi wajib memperoleh hak pendidikan.

Hal tersebut ditegaskan Sekertaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Dompu M. Zailany, SE pada Berita11.com di Taman Kota Kabupaten Dompu, Selasa (18/9/2018) siang.

Menurut pria yang kerap disapa Brory yang juga mantan jurnalis itu, hak tersebut diatur dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor  11 Tahun 2012  tentang sistim peradilan pidana anak dalam. Pasal tersebut juga mengatur hak-hak anak berkaitan kemanusiaan.

“Anak harus diperlakukan secara manusiawi, memperoleh bantuan hukum, memperoleh pendampingan orang tua atau wali dan orang yang dipercaya oleh anak atau memperoleh hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Menurutnya, hal tersebut berarti hak pendidikan bagi anak yang tengah menjalani proses peradilan pidana tidak boleh terputus. 

“Tidak ada dalih dan argumentasi pembenaran apapun bagi penyelenggara hukum untuk tidak menjamin terpenuhinya berbagai hak anak termasuk untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya,” sambungnya.

Apabila ada oknum dari institusi penegak hukum yang melanggar, menurut Bryan aparat tersebut dapat dikenakan sanksi kode etik bahkan sanksi pidana.

“Anak sebagai pelaku yang sedang menjalani masa pidana, berhak mendapatkan pengurangan masa pidana, memperoleh asimilasi, memperoleh cuti mengunjungi keluarganya dan lain lain sebagaimana yang sudah dicantumkan dalam pasal 4 UU dimaksud,” urainya. [RIS]

No comments