Breaking News

Ancaman Meningkat, Sat Pol PP Kabupaten Bima Ajukan Penggunaan Dua Senpi

Kasat Pol PP Kabupaten Bima, H Sumarsono SH MH. Foto US.


Bima, Berita11.com— Walaupun tugas pokok dan fungsinya mengawal implementasi peraturan daerah (Perda), tugas Satuan Polisi Pamong Praja bukanlah perkara mudah. Karena banyak tantangan yang dihadapi. Untuk mendukung itu, Sat Pol PP Kabupaten Bima telah mengajukan penggunaan dua senjata api (Senpi).

Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Bima, H Sumarsono SH MH menyebut, ancaman yang dihadapi personil PP meningkat sehingga pihaknya mengajukan penggunaan Senpi kepada Polda NTB. 

“Tantangan dan ancaman yang kita hadapi berbeda-beda. Kita juga menghadapi ancaman kelompok masyarakat yang menggunakan senjata api rakitan,” katanya di Satuan Pol PP Kabupaten Bima, Rabu (3/10/2018).

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bima ini mengungkapkan, pihaknya juga sudah memiliki airsoft gun sebagai pelengkap untuk pelaksanaan tugas Polisi Pamong Praja. “Cuma kalau hadapi orang (kelompok) yang pakai senjata api rakitan, masa kita hadapi dengan airsoft gun? Kita yang kalah hadapi,” ujarnya.

Kendati demikian pihaknya selalu berupaya mendahulukan upaya-upaya persuasif dalam menghadapi ancaman dan hambatan pelaksanaan tugas Satuan Pol PP termasuk gangguan pengawalan terhadap Bupati Bima saat kegiatan kunjungan di berbagai wilayah. 

Untuk penanganan tugas-tugas tertentu seperti perusakan hutan dan penindakan perladangan liar pihaknya membangun koordinasi dengan aparat berkaitan, aparat kepolisian dan petugas KPH.

“Kendala kami juga masalah anggaran operasional dan fasilitas penunjang seperti untuk penanganan bencana kita mengandalkan satu mobil Dalmas,” ujarnya.

Seperti diketahui kantor baru Bupati Bima yang berada di Godo Dadibou Kecamatan Woha berada di pusaran konflik, sejumlah kampung yang kerap bertikai menggunakan senjata api rakitan.

"Kalau konflik di wilayah-wilayah sekarang berkurang. Untuk penghadangan Bupati (Bima) di lapangan tidak sampai menimbulkan ancaman," katanya.  [US]

No comments