Breaking News

Banyak Siswa Menggunakan Bahasa Ibu, INOVASI Kenalkan Modul Transisi

Fasilitator Daerah Program INOVASI Menerapkan Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.



Bima, Berita11.com— Kabupaten Bima diidentifikasi memiliki tantangan dalam pelaksanaan pendidikan anak sekolah dasar bidang literasi numerasi. Hal itu disebabkan penggunaan bahasa ibu (Nggahi Mbojo) yang lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas, sementara buku pelajaran dan pelaksanaan ujian siswa menggunakan Bahasa Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan literasi numerasi di Indonesia (INOVASI) untuk Anak Sekolah Indonesia mengenalkan modul pembelajaran transisi bahasa.

Communications Officer INOVASI Bima, Stella Puteri menjelaskan, upaya meningkatkan mutu pendidikan literasi numerasi dilakukan melalui empat unit materi yang mencakup bahasa lisan, bunyi bahasa dan huruf, bahasa Ibu dan kedekatan emosional.

Jumat lalu INOVASI menggelar uji coba modul  Jembatan Bahasa di SDN Inpres Kananga 2 Bolo.  Modul itu membimbing para guru mengaplikasikan penggunaan Bahasa Indonesia secara bertahap dengan perpaduan bahasa ibu dalam proses pembelajaran.

Terobosan itu merupakan hasil kerja keras para fasilitator daerah (Fasda) yang terpilih dan terlatih melalui program rintisan literasi Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (GEMBIRA).

Uji coba modul difasilitasi 4 Fasda program dan diikuti guru dan kepala sekolah perwakilan dari SDN Inpres Kananga 2, SDN 1 Sila, MIN 6 Bima dan SDN 6 Sila, yang juga merupakan sekolah mitra imbas program INOVASI.

“Untuk memastikan efektivitas kegiatan, turut hadir mendampingi ahli linguistik, Johnny Tjia, yang selama ini membantu menyusun modul terkait,” ujar Stella seperti dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin, S.Si, M.Si.

Johnny menggarisbawahi pentingnya observasi kelas tindak lanjut untuk memastikan guru mengaplikasikan penggunaan Bahasa Indonesia dalam proses belajar.

Dirinya berharap, melalui pengembangan metode transisi bahasa  siswa dapat memahami materi yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia secara bertahap tanpa harus memaksakan diri langsung mengerti Bahasa Indonesia dan menghilangkan bahasa ibu (Mbojo).[AN]

No comments