H. Muhammad Syafrudin, dari Spanduk hingga Blusukan ke Pelosok

Iklan Semua Halaman

.

H. Muhammad Syafrudin, dari Spanduk hingga Blusukan ke Pelosok

Rabu, 24 Oktober 2018
H Muhammad Syafrudin Bersama Petani Bawang Merah di NTB.

  
Taliwang, Berita11.com—Wakil rakyat harus dekat dengan rakyat yang diwakili, dan harus bisa mengejawantahkan harapan-harapan dan aspirasi mereka. Hal itu yang terpatri dalam pribadi H Muhammad Syafrudin (HMS), anggota DPR RI dari PAN, selama ini.

Sosok HMS bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup dikenal luas. Bukan saja dari baliho dan spanduk yang tersebar, tetapi juga dari berbagai kegiatannya yang langsung menyentuh masyarakat.

Meski berkantor di Senayan, Jakarta, HMS selalu menyempatkan diri blusukan di NTB, saat libur dan juga ketika kegiatan reses.

Dalam periode pertamanya sebagai Wakil Rakyat setidaknya sekitar 885 desa/kelurahan dia sambangi, dari total 1.135 desa/kelurahan di NTB.

HMS juga dikenal sebagai sosok anggota dewan yang sangat peduli dengan pendidikan. Selama menjadi wakil rakyat, HMS rutin menyalurkan paket kursi  di sejumlah desa/kelurahan yang ia kunjungi, khususnya di daerah-daerah pelosok yang kurang dapat perhatian pemerintah daerah.

“Saya rasa sebagai wakil rakyat kita memang harus bisa menjadi representasi kehendak rakyat itu sendiri. Cara satu-satunya adalah berupaya selalu bersama mereka dan menyerap apa saja aspirasinya,” kata HMS di sela blusukannya di Sumbawa Barat, Selasa (22/10/2018).

Bagi HMS, dipercaya dan dipilih oleh masyarakat sebagai wakil rakyat adalah sebuah amanah dengan tanggungjawab yang berat yang harus dipikul. Namun ada kebahagiaan tak tenilai, ketika bisa benar-benar menjadi penyambung lidah rakyat, penyampai aspirasi-aspirasi masyarakat yang memilihnya.

Rajin blusukan dan menyapa masyarakat NTB sebagai basis suara Dapilnya, HMS juga ingin  memberikan teladan pada masyarakat tentang arti kesetiakawanan nasional antaranak bangsa.

Modernisasi dan kemajuan teknologi saat ini, sudah mengubah banyak perilaku masyarakat yang cenderung melunturkan nilai-nilai baik dari budaya ketimuran dahulu.

“Kesetiakawanan nasional itu berakar dari hal sederhana, saling mengunjungi, silahrurahmi, mendengar kabar dan peduli dengan keadaan sekitar untuk membantu,” kata dia.

Menurut HMS, jika pola silahturahmi rutin, kepedulian akan sesama di sekitar, dan budaya saling membantu terbangun kembali seperti dulu, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat persatuan dan kesatuannya.

Dalam Perjalanan Menuju Desa Terpencil Sampungu Kecamatan Soromandi untuk Melihat Kondisi Sinyal dan Membagikan Cat untuk Kebutuhan Kantor Desa, HMS Menyempatkan Menyapa Pedagang di Pinggir Jalan di Desa Punti.

Selain itu, banyak permasalahan sosial yang bisa diatasi dan diberi solusi dengan lebih banyak bersilahturahmi dan saling memahami. “Konsep Kesetiakawanan Nasional itu globalnya, sedangkan ejawantahnya di lapangan ya saling berjumpa, silahturahmi, dan juga gotong royong antarmasyarakat,” katanya.

HMS mengatakan tak jarang aspirasi masyarakat justru muncul dari masyarakat pelosok, kaum tani dan juga nelayan. Kebutuhan-kebutuhan yang dianggap sepele oleh lainnya, ternyata justru menjadi kebutuhan masyarakat di pelosok ini.

Kembali maju sebagai Caleg DPR RI di Pemilu 2019 nanti, HMS menyatakan akan tetap fokus dengan cara-cara dia menyerap aspirasi masyarakat dengan langsung turun menemui rakyat.

Dalam persiapan menuju kontestasi Caleg DPR RI pada Pemilu 2019, HMS pun bertekad untuk menyambangi masyarakat di 539 desa/kelurahan yang ada di Pulau Sumbawa, sesuai Dapilnya yakni NTB 1/Pulau Sumbawa. [RD]