Breaking News

Harga Bawang Merah Anjlok, Kelompok Warga Belo Demo Pemkab Bima

Aksi Massa Mendesak Pemerintah Kabupaten Bima Merespon Harga Bawang Merah yang Terus Anjlok.


Bima, Berita11.com— Sejumlah petani yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Petani Bawang Merah (AMPBM) Kecamatan Belo Kabupaten Bima menggelar demo di depan kantor Bupati Bima di Godo Woha, Senin (8/10/2018) siang. Massa mendesak pemerintah daerah dan pemerintah pusat mengatasi permasalahan harga bawa merah yang anjlok beberapa pekan terakhir.

Massa tiba di depan kantor Bupati Bima dengan menumpang kendaraan pickup, kemudian berorasi secara bergantian. Aksi massa dikawal ketat aparat Kepolisian Resor (Polres) Bima dan personil Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bima.

Koordinator massa, Arfan Ilyas mengatakan, kondisi harga bawang merah di Bima yang terus anjlok Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram menyebabkan para petani kelabakan. Padahal harga yang ditetapkan dalam Peraturaran Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017, acuannya Rp15 ribu per kilogram.

Kami dari AMPBM Kecamatan Belo meminta pemerintah pusat melalui Pemkab Kabupaten Bima agar menstabilkan harga bawang merah di daerah dan kami minta pemerintah pusat menghentikan impor bawang merah,” desaknya.

Massa AMPBM juga mendesak Pemkab Bima agar berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menyerap bawang merah, hasil produksi petani dan menerapkan acuan harga sesuai yang diatur dalam Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan di konsumen.

Massa juga mendesak Pemkab Bima segera berkoordinaisi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkaitan  mengurus ijin perdagangan bagi pedagang bawang merah di Kabupaten Bima.

Selain itu, meminta Pemerintah Kabupaten Bima melalui dinas berkaitan mengawasi keaslian pupuk pertanian, pestisida dan melaksanakan kontrol terhadap harga obat-obatan yang menjadi kebutuhan petani.

“Kami juga mendesak  DPRD Kabupaten Bima  mengawal Permendag Nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan di konsumen,” desak Arfan mewakili massa

Setelah beberapa menggelar orasi di bawah terik matahari, massa kemudian ditemui Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Bima, Iwan Setiawan SE. Namun hal tersebut tidak diterima massa yang terus mendesak agar ditemui Bupati Bima. [US]

No comments