Breaking News

Mantan Jawara Sampela Mbojo Datang Khusus Ucapkan Selamat untuk Wisudawan ini

Jawara Sampela Mbojo Tahun 2015, Ayu Lestari Datang Khusus Memberikan Ucapan Selamat kepada Wisudawan.


Bima, Berita11.com— Ada hal menarik saat ratusan orang tua wisudawan menyampaikan ucapan selama kepada peserta wisuda STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (6/10/2018). Dari jubelan peserta, mantan jawara Sampela Mbojo tahun 2015, Ayu Lestari alias Tari datang khusus memberikan selamat kepada salah satu peserta wisuda.

Tak berlebihan, ternyata salah satu peserta wisuda angkatan XII STKIP Taman Siswa Bima, dari Program Studi S1 PGSD, Juriatina adalah finalis Sampela Mbojo 2017.

Juriatina sukses menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,82 dari 521 alumni tahun 2018 STKIP Taman Siswa Bima yang diwisuda.

“Sampai sekarang masih bantu-bantu promo wisata Bima,” ungkap Juriatina di sela-sela sesi foto usai prosesi wisuda di kampus STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (6/10/2018).
Anak ke-4 pasangan Yusuf Abdullah dan Mukminah asal Dusun Bontoranu Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten Bima ini mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan strata satu di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.

“Syukur alhamdulillah walaupun susah-susah bisa selesai juga,” katanya.

Sejak duduk di bangku SMA dan ketika  masa kuliah, gadis cantik ini tidak pernah malu membantu orang tuanya berjualan keliling kue. Selain sibuk dengan aktivitas kuliah dan menjadi Sampela Mbojo, Juriatina juga memiliki kesibukan khusus menjual jajan dan madu untuk membantu orang tuannya. sebagian hasil penjualan itu ia sisihkan untuk membayar biaya kuliah.

Menurutnya, untuk meraih kesuksesan harus mampu menghilangkan gengsi. “Kalau kita malu atau gengsi akan susah jadinya. Untuk sukses kita harus bisa melangkahi yang namanya rasa malu dan minder. Itu adalah prinsip saya,” ujarnya.

Foto Bersama Juriati dengan Mantan Jawara Sampela Mbojo 2015 Ayu Lestari dan Kakaknya Yadin yang Juga Jurnalis.
Meskipun memiliki beberapa kesibukan, Juriatina bukan tanpa prestasi. Saat duduk di bangku kampus ia tercatat dua kali meraih beasiswa dari PPA dari Dikti dan beasiswa dari kampus STKIP Taman Siswa Bima.

“Saat urus skripsi dan wisuda kemarin sempat kesulitan ndak punya uang. Tapi untungnya Pak Doktor Ibnu, ketua kampus mengatakan bahwa beasiswa saya dari Dikti yang awalnya tidak bisa dicairkan karena ada dua beasiswa akhirnya bisa dicairkan setelah kelengkapannya sudah ada semua sehingga bisa saya gunakan untuk skripsi dan biaya wisuda,” ujar alumnus SMAN 1 Pekat Dompu yang saat kecil pernah merantu bersama orang tuanya.

Setelah menyelesaikan kuliah program S1, Juriatina memantapkan hati menggeluti bisnis untuk membantu keuangan orang tuanya. Salah satunya melalui marketing berbasis teknologi seperti bisnis E-commerce.

“Kemarin-kemarin di kampus saya juga jual buku, jamu dan jajan.  Tapi kalau ada yang percayakan jual baju sablonan saya siap menggelutinya. Kemarin ada Bima Art yang mau memeprcayakan itu. Tapi sambilan bisnis, saya juga berencana mencoba peruntungan melalui tes CPNS,” katanya. [US]

No comments