Breaking News

Masalah Enam Desa di Pekat Dilanda Kekeringan Berpotensi Picu Konflik

Ilustrasi Dampak Kekeringan di Indonesia.

Dompu, Berita11.com— Enam desa di yaitu Desa Calabai, Pekat, Karombo, Kadindi Barat, Kadindi dan Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu  terancam kekeringan air. Bagaimana tidak, pohon penyangga mata air batu mene, karang lebah di Gunung Kadindi telah dibabat habis oleh masyarakat.

Penurunan debit air, yang sudah berlangsung sudah beberapa bulan terakhir ini berdasarkan hasil pantauan anggota BPD Desa Calabai, BPD Desa Pekat dan Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan, serta masyarakat, Sabtu (27/10/2018) lalu.

Tak hanya berdampak terhadap penyediaan air bersih saja,  puluhan petani juga merasakan kekurangan air untuk saluran irigasi. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang ribut tentang pembagian jatah air untuk sawah mereka.

“Langkah yang kita ambil ialah menginventarisasi tingkat kerusakan hutan serta akibat dari kerusakan itu. Setelah kami survei ternyata kekurangan debit air sangat signifikan, ada lebih dari lima titik mata air yang mati total dan ada lima titik yang tinggal rembesan kecil,” ujar Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Calabai Arifin Umar, S.Pd.

Menurut Ketua BPD Calabai, Fakarudin yang juga Dewan Pembina Generasi Muda Penjelajah Rimbah dan Pendaki Gunung (GAMPPING), pihaknya telah melihat kondisi di lokasi bersama gabungan anggota BPD Desa Calabai dan Desa Pekat beserta Ketua BPD Desa Pekat.

Perambahan hutan penyangga tersebut yang dilakukan masyarakat bukan hanya di tempat itu saja tetapi lebih dari lima titik mata air menjadi kering.

"Jika hal ini terus dibiarkan maka dapat dipastikan beberapa bulan kedepan seluruh titik mata air akan mengalami kekeringan dan ini adalah awal dari bencana," tandas Arifin pada Berita11.com di Calabai, Sabtu (27/10/2018) pagi.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Arifin menambahkan, pada Rabu 31 Oktober 2018, pihaknya akan mengadakan audiensi masyarakat di kantor camat setempat dengan mengundang pihak-pihak terkait seperti aparat penegak hukum dalam hal ini KPH, Polsek, dan Koramil Pekat yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Pekat.

“Kami sangat berharap kepada aparat agar sigap dalam menangani masalah ini, karena kuatir ke depan akan ada pertumpahan darah mengingat air adalah kebutuhan vital bagi keberlangsungan manusia serta makhluk hidup lainya, terbukti di lapangan tadi sempat ada yang mau mencari pelaku perusakan hutan untuk diadili,” katanya. [RIS]

No comments