Oknum Anggota BPD di Dompu, Diduga Hamili Kakak Iparnya

Iklan Semua Halaman

.

Oknum Anggota BPD di Dompu, Diduga Hamili Kakak Iparnya

Kamis, 25 Oktober 2018
Ilustrasi. Merdeka.


Dompu, Berita11.com— Oknum anggota BPD salah satu desa di Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu berinisial HS (38 tahun) diduga tega menghamili ST (37 tahun) yang tak lain kakak iparnya sendiri.

Benih hasil garapan sang oknum anggota BPD tersebut telah dilahirkan korban, ST. Buntut dari persoalan tersebut HS telah membuat kesepakatan internal keluarga dengan kerabat korban tidak akan mengulangi perbuatan bejatnya. Namun perbuatan HS tetap membuat sejumlah warga geram.

Pimpinan HS yang merupakan Kepala Desa, Sukrin H. Ibrahim membenarkan adanya laporan dan sikap masyarakat yang menyayangkan atas perbuatan sang oknum anggota BPD di desa setempat.

“Kita selaku Pemerintah Desa sangat menyayangkan atas perbuatan asusila yang dilakukan pelaku ini. Kami baru ketahui masalah ini setelah ada beberapa warga saya yang melaporkan persoalan ini kemarin,” ujar Sukrin di Dompu, Rabu (24/10/2018).

Sukrin mengisyaratkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dan segera mengadakan pertemuan secara internal dengan ketua beserta beberapa anggota BPD membahas pemecatan HS.

“Beberapa tuntutan kami akan secepatnya mengadakan musyawarah dengan pihak BPD agar kedua pelaku segera dinikahkan secara sah dan diusir dari Kampung ini. Tuntutan itu segera kita penuhi namun masih dalam proses, sementara istri pelaku juga sekarang sudah legowo untuk diceraikan (HS) dan dinikahkan dengan kakaknya,” ungkapnya.

Selain sebagai anggota BPD, HS juga tercatat sebagai Ketua Komite di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Dompu.

Pimpinan lembaga pendidikan tempat HS menjadi Ketua Komite, Wakil Kepala SDN di Dompu, Hasan S.Pd,  menyerahkan persoalan yang dilakukan oknum Ketua Komite itu kepada pihak penegak hukum.

"Kami pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, walaupun dia Ketua Komite, kami serahkan saja kepada pihak yang berwajib, dan pelaku biar menjalani hukum sesuai dengan perbuatannya,” kata Hasan S.Pd. [RIS]