Breaking News

Pernah Latihan Tae Kwon Do, Syifa Wisudawan Terbaik STKIP Taman Siswa yang Selalu Istiqomah

Syifa Diapit Kedua Orangtuanya, Purwanti dan Muhammad bin Abdul Hamid. 


Umi Shifaturrohmah adalah salah satu dari belasan alumni STKIP Taman Siswa Bima yang dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik saat rapat senat terbuka wisuda sarjana angkatan XII tahun 2018 yang digelar di Auditorium Sudirman, Sabtu (6/10/2018).

Gadis yang pernah bergabung di Tae Kwon Do Dojang Pesisir (UTI Pro Kabupaten Bima) hingga Geup 9 tersebut, kini konsisten istiqomah dengan mengenakan penutup aurat yang lengkap. Meski demikian, hal itu tak menghalanginya meraih sejumlah prestasi.

Kelahiran Jakarta 6 Januari 1997, campuran Solo-Bima ini dikukuhkan sebagai  wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, nyaris dengan IPK sempurna.  

“Alhamdulillah bisa menjadi wisudawan terbaik,” katanya usai prosesi wisuda di Auditorium Sudirman, Sabtu (6/10/2018).

Selain menjadi wisudawan terbaik, selama duduk sebagai mahasiswa S1 PGSD STKIP Taman Siswa Bima, Syifa juga tercatat meraih sejumlah prestasi dengan mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas PGRI Madiun Jawa Timur. Selain itu pernah mengikuti program kreativitas mahasiswa (PKM).

Prestasi lainnya, pernah mengikuti dan mendapatkan hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yaitu Penelitian Hibah Bina Desa (PHBD).

Sebelum mengikuti proses kuliah hingga wisuda seperti saat sekarang, putri pasangan 
Muhammad bin Abdul Hamid dan Purwanti ini dikenal kalem dan gigih  membantu orang tua. Termasuk saat duduk di bangku SMA, Syifa tidak pernah minder menjaga warung dan melayani pembeli pisang goreng yang dijual ibunya.

Selain aktif sebagai pengurus majalah dinding sekolah dan pengurus OSIS, wanita asal Desa Bajo Soromandi ini juga tercatat sebagai anggota komunitas kampung media Wadupa’a. Saat mengelola Mading sekolah, ia pernah dilatih teknik menulis oleh pengelola komunitas kampung media Wadupa’a yang juga Editor in Chief Berita11.com, Fachrunnas dan sejumlah jurnalis di Bima seperti Sofyan Asy’ari.

Cita-citanya setelah menutaskan program studi strata satu, melanjutkan pendidikan ke jenjang magister jika kelak mendapatkan beasiswa. [AD]

No comments