Breaking News

HBY Klaim Orang Miskin di Dompu Sedikit


Bupati Dompu, H Bambang M Yasin (HBY) sedang Diwawancarai Wartawan.  Foto Berita11.com.

Dompu, Berita11.com— Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin (HBY) menglaim daerah yang dipimpinnya paling sedikit memiliki masyarakat miskin. Artinya, rata-rata orang Dompu masyarakat menengah ke atas.

“Kabupaten Dompu orang miskinnya paling sedikit di Pronvinsi NTB,” katanya saat memimpin upacara HUT ke-74 Korpri di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Menurutnya, bahwa pendapatnya tentang orang miskin yang sedikit di Dompu dilihat dari pendapatan perkapita. “Untuk itu kami juga mengajak semuanya mengawal pembahasan APBD,” katanya.

Kendati menglaim sebagai daerah dengan masyarakat miskin paling sedikit di Nusa Tenggara Barat, Pemkab Dompu tidak menutup pintu bantuan dari luar.

HBY menyebut, di Kabupaten Dompu telah berlangsung pembagian 50.000 biji LPJ 3 kilogram dari Kementerian Eneger dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina. 
Selain itu, bantuan lain berupa sepeda motor 3 roda setiap kecamatan.

“Mulai dari kemarin, kita Pemerintah Dompu telah membagikan kompor gas dan motor roda 3 dan marilah kita semangat untuk bekerja dan jangan membuat masalah apabila ada masalah selesaikan permasalahan tersebut dengan baik,” ajaknya.

Secara umum, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dompu, persentase angka kemiskinan di Kabupaten Dompu tiga tahun yang dihitung dari tahun 2012 sebesar 16,57 persen, setiap tahun mengalami penurunan, terakhir berdasarkan data yang ditampilkan BPS, pada tahun 2014 turun turun menjadi 15,46 persen.

Sementara itu, pada bagian lain, beberapa pihak meragukan pengukuran tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pendapatan perkapita. Beberapa kelemahan pendapatan perkapita sebagai ukuran kesejahteraan di antaranya angka terlalu sederhana, data tidak lengkap, tidak menggambarkan pemetaan dan hanya dapat dihitung per lima tahun.

Secara umum indikator pendapatan itu didasarkan komsumsi, produksi, distribusi, pengeluaran, pendapatan dan produksi, permintaan, penawaran dan investasi. [RIS]


No comments