Kemnag: Guru Cabul MIS di Dompu Telah Dipecat Yayasan

Iklan Semua Halaman

.

Kemnag: Guru Cabul MIS di Dompu Telah Dipecat Yayasan

Redaksi Berita11
Jumat, 16 November 2018
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Drs H Syamsul Ilyas M.Si. Foto RIS.


Dompu, Berita11.com— Jajaran Kementerian Agama (Kemnag) Kabupaten Dompu tidak mentolerir kasus kekerasan seksual terhadap anak atau perbuatan asusila, terlebih di lingkup madrasah.  AH (35 tahun) guru  Madrasah Ibtidaiyah Swasta Yayasan Al-Fath Dusun Sipon Desa Bara Kecamatan Woja yang ditangkap polisi karena diduga mencabuli siswinya sendiri telah dipecat oleh yayasan yang menaungi madrasah tersebut.

Perihal laporan pemecatan tidak hormat terhadap AH, juga diterima pihak Kemnag Kabupaten Dompu.

“Kami sebagai Kemnag menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum untuk memproses (kasus asusila). Selain itu, oknum guru tersebut telah diberhentikan secara tidak terhormat oleh ketua Yayasan Al Fath. Surat tembusan pemberhentian oknum guru tersebut sudah kami terima,” ujar Kepala Kemnag Kabupaten Dompu, Drs H Syamsul Ilyas M.Si kepada Berita11.com di Dompu, Jumat (16/11/2018).

Menurut Syamsul, ulan oknum guru yang diduga mencabuli siswinya sendiri telah mencoreng dunia pendidikan khususnya yayasan pendidikan yang bernuansa Islami. “Seharusnya tidak boleh terjadi hal seperti itu khususnya di dunia pendidikan. Apalagi guru pendidikan agama yang mengajar tentang ajaran-ajaran agama,” kata Syamsul.

Dikatakannya, pihaknya mendukung langkah Yayasan Al Fath yang telah memecat sang oknum guru cabul secara tidak terhormat. Keputusan itu untuk menjaga nama baik yayasan. “Langkah yayasan kami menilai sangat tepat karena untuk menjaga nama baik yayasan,” katanya.

Keputusan pemecatan sang oknum guru cabul oleh Yayasan Al Fath memertimbangkan untuk menjamin anak, siswi korban pencabulan kembali nyaman dan aman selama mengikuti pendidikan di madrasah.

Untuk mencegah peristiwa pelecehan tidak terulang di lingkungan pendidikan bernuansa islami, Syamsul mengisyaratkan dalam waktu tak lama lagi pihaknya akan mengundang seluruh madrasah dan yayasan yang berada di bawah naungan Kemnag Kabupaten Bima untuk mengikuti rapat koordinasi dan sosialisasi.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami mengundang ketua yayasan maupun kepala madrasah untuk sosialisasi sekaligus memberikan pembinaan agar tidak terulang kembali kejadian atau tindakan yang melanggar hukum seperti yang terjadi saat ini,” isyarat Syamsul. [RIS]