Miris, SDN Inpres Karampi Filial Soropeto Berdinding Pagar Bambu dan Beratap Alang-Alang

Iklan Semua Halaman

.

Miris, SDN Inpres Karampi Filial Soropeto Berdinding Pagar Bambu dan Beratap Alang-Alang

Redaksi Berita11
Minggu, 04 November 2018
Memprihantinkan, Hingga Kini Kondisi SDN Karampi Filial Soropeto Langgudu Kabupaten Bima Beratap Alang-Alang.


Bima, Berita11.com— Pendidikan di wilayah Kabupaten Bima khusunya di desa-desa terpencil tampaknya belum sepenuhnya menjadi atensi atau arti penting bagi pemerintah daerah. Betapa tidak, kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karampi Filial Soropeto yang bertahun-tahun berdiri kondisinya memprihantinkan.

Sekolah yang berdiri di bawah kaki bukit di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima itu hingga kini hanya berdinding pagar bambu dan beratap alang-alang. Hal itu menjadi potres kontras yang ditemukan sejumlah kader Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima ketika menunjungi daerah terluar di bagian Selatan Bima itu.

Aktivis HMI yang juga Direktur Sarangge Baca Bima, Adipati, S.Pd mengaku miris melihat infrastruktur pendidikan wilayah Kabupaten Bima. Hal itu sangat kontras dengan visi-misi atau pernyataan komitmen pemimpin daerah di Bima.

“Seharusnya lebih diatensi sekolah-sekolah terpencil? Kita memantang pemerintah daerah untuk, membangun pendidikan,” katanya dihubungi Berita11.com, Minggu (4/11/2018).

Pemerhatikan pendidikan asal Langgudu Kabupaten Bima ini juga menyoal peran Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan M Noer, M.Pd yang merupakan representasi warga Bima pada umumnya dan Kecamatan Langgudu khususnya.  


Apalagi Wakil Bupati Bima saat ini merupakan mantan pejabat di Kementerian Pendidikan. “Pak Wakil (Bupati) juga representasi dari masyarakat Langgudu. Mestinya lebih peka terhadap ekpektasi masyarakat termasuk dunia pendidikan,” kata Adipati.

Hal yang sama juga disesalkan oleh aktivis HMI Cabang Bima, Agus. Menurutnya, pembangunan pendidikan di Kabupaten Bima belum merata. Terutama masalah infrastruktur pendidikan di daerah terpencil seperti kaki Gunung Tambora dan di Karampi Kecamatan Langgudu.

Kondisi itu kontras dengan alokasi dan porsi anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari total kontruksi anggaran di APBN maupun APBD.

“Yang jelas sekolah ini tidak berada di Australia, Timur Leste atau Papua Nugini. Tertera dengan jalas DIKBUDPORA Kabupaten  Bima, SDN Inpres Karampi Filial Soropeto,” katanya.

Dikatakannya, protret buram pendidikan di jaman merdeka di mana sekolah masih berdinding bambu dan beratapkan jerami berada di pelosok negeri, tepatnya di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

“Sungguh disayangkan di kala jaman sudah maju gelontoran dana dari pusat baik di kabupaten/Dikbudpora dan dana desa melimpah, justru hal-hal semacam ini masih kita lihat sampai sekarang. Di gedung sekolah yang mirip gubuk ini, ada impian kita semua akan lahir calon-calon  pemimpin di masa depan,” katanya. [AD]